RADARBONANG.ID – OpenAI mulai membawa teknologi kecerdasan buatan langsung ke dunia presentasi melalui integrasi ChatGPT di Microsoft PowerPoint.
Fitur baru ini saat ini masih tersedia dalam versi beta dan dirancang untuk mempermudah proses pembuatan presentasi tanpa harus repot mengatur slide secara manual.
Dengan sistem tersebut, pengguna kini cukup menjelaskan kebutuhan presentasi lewat percakapan biasa menggunakan bahasa alami.
AI kemudian akan membantu menyusun struktur materi, isi slide, hingga alur presentasi secara otomatis.
Baca Juga: 7 Hal yang Bikin Mobil Boros Bensin, Nomor 3 Sering Dilakukan Pengemudi Tanpa Sadar
Tidak Sekadar Bikin Slide Cepat
Berbeda dengan generator presentasi AI biasa yang fokus pada desain instan, ChatGPT di PowerPoint disebut lebih menekankan pada penyusunan ide dan alur cerita presentasi.
Artinya, AI tidak hanya membuat tampilan slide lebih cepat, tetapi juga membantu pengguna membangun presentasi yang lebih runtut dan mudah dipahami audiens.
Pengguna bisa:
- mengetik instruksi sederhana,
- mengunggah dokumen,
- spreadsheet,
- gambar,
- hingga catatan rapat.
Setelah itu, sistem akan menyusun draft presentasi awal secara otomatis berdasarkan konteks yang diberikan.
Slide Lama Bisa Diperbarui Tanpa Mulai dari Nol
Salah satu kemampuan yang paling menarik adalah fitur pembaruan presentasi.
Pengguna tidak perlu lagi membuat slide baru dari awal ketika ingin memperbarui materi lama.
ChatGPT dapat membaca isi presentasi sebelumnya lalu membantu:
- memperbaiki struktur,
- menambahkan informasi,
- merapikan alur,
- hingga menyederhanakan penjelasan tertentu.
Hal ini dinilai bisa menghemat banyak waktu, terutama bagi pekerja kantoran, mahasiswa, maupun tim bisnis yang sering membuat presentasi rutin.
Bisa Deteksi Alur yang Membingungkan
OpenAI juga menghadirkan fitur analisis presentasi berbasis AI.
Melalui fitur tersebut, ChatGPT mampu meninjau isi materi dan mendeteksi beberapa hal seperti:
- alur yang kurang kuat,
- konteks yang belum lengkap,
- hingga logika yang berpotensi membingungkan audiens.
Bahkan, AI disebut dapat memperkirakan pertanyaan yang kemungkinan muncul saat presentasi berlangsung.
Kemampuan ini membuat ChatGPT bukan hanya sekadar alat desain, tetapi juga berfungsi seperti “asisten presentasi virtual”.
Terhubung dengan Gmail dan Outlook
Salah satu nilai tambah utama dari fitur ini adalah integrasi lintas layanan.
ChatGPT dapat mengambil informasi dari berbagai platform seperti:
- Gmail,
- Outlook,
- hingga SharePoint.
Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu lagi memindahkan data secara manual dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
Pendekatan ini membuat proses pembuatan presentasi terasa lebih praktis dan berbasis percakapan.
Pengguna cukup menjelaskan tujuan presentasi, lalu AI membantu mengelola proses teknis di belakang layar.
Presentasi Kini Jadi Aktivitas Berbasis Percakapan
Kehadiran ChatGPT di PowerPoint menunjukkan perubahan besar dalam cara orang bekerja dengan software produktivitas.
Jika sebelumnya pengguna harus:
- membuka banyak menu,
- mengatur desain,
- memindahkan data,
- dan menyusun slide satu per satu,
kini sebagian besar proses tersebut bisa dilakukan hanya lewat percakapan sederhana dengan AI.
Konsep ini membuat pengalaman membuat presentasi terasa lebih natural dan cepat.
Persaingan AI Produktivitas Semakin Ketat
Langkah OpenAI ini juga diperkirakan akan memperketat persaingan platform AI produktivitas global.
Saat ini berbagai perusahaan teknologi memang mulai berlomba menghadirkan AI ke aplikasi kerja sehari-hari, mulai dari dokumen, email, spreadsheet, hingga presentasi.
Fitur ChatGPT di PowerPoint sendiri mulai tersedia untuk sebagian pengguna OpenAI, termasuk pengguna gratis dan pelanggan ChatGPT Business.
Jika pengembangannya berjalan lancar, bukan tidak mungkin ke depan proses membuat presentasi akan berubah total dari aktivitas teknis menjadi sekadar “mengobrol dengan AI”.
Editor : Muhammad Azlan Syah