RADARBONANG.ID – Google kembali memperluas pengembangan teknologi kecerdasan buatan miliknya dengan memperkenalkan Gemini Built In, sebuah sistem baru yang memungkinkan AI Gemini hadir langsung di berbagai perangkat rumah pintar buatan perusahaan lain.
Langkah ini diumumkan usai rangkaian acara tahunan Google I/O 2026 dan menjadi bagian dari ambisi besar Google membangun ekosistem rumah pintar berbasis AI yang lebih terintegrasi.
Melalui program tersebut, perangkat seperti speaker pintar hingga kamera keamanan nantinya bisa menggunakan teknologi Gemini tanpa produsen harus membangun sistem AI sendiri dari awal.
Baca Juga: IPAL Taman Bendera Pusaka Ditarget Rampung Juni 2026, Pemprov DKI Janjikan Air Danau Lebih Bersih
Produsen Tinggal Gunakan “Cetak Biru” dari Google
Dalam program Gemini Built In, Google menyediakan desain referensi atau blueprint perangkat keras yang bisa langsung digunakan oleh produsen teknologi.
Blueprint tersebut mencakup rekomendasi berbagai komponen penting seperti:
- prosesor,
- mikrofon,
- modul kamera,
- hingga sistem audio.
Dengan cara ini, perusahaan pembuat perangkat bisa mempercepat proses produksi sekaligus memastikan perangkat mereka kompatibel dengan pengalaman AI Gemini.
Google menyebut pendekatan tersebut akan memangkas waktu pengembangan produk yang biasanya memakan waktu cukup panjang.
Fokus Awal ke Kamera dan Speaker Pintar
Untuk tahap awal, Google memfokuskan Gemini Built In pada dua kategori utama, yakni:
- kamera pintar,
- dan speaker pintar.
Kamera keamanan berbasis Gemini nantinya diklaim mampu melakukan analisis video secara lebih cerdas.
Perangkat dapat mengenali aktivitas penting, mencari momen tertentu dalam rekaman, hingga memahami konteks kejadian secara otomatis.
Sementara itu, speaker pintar akan berfungsi bukan hanya sebagai perangkat audio, tetapi juga pusat kendali rumah pintar berbasis AI.
Bisa Kontrol Rumah Pakai Bahasa Sehari-hari
Salah satu fitur unggulan yang dibawa Gemini Built In adalah Ask Home.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengontrol perangkat rumah pintar menggunakan bahasa alami seperti berbicara dengan manusia biasa.
Pengguna nantinya bisa memberikan perintah seperti:
- “Matikan lampu ruang tamu,”
- “Cek siapa yang datang tadi pagi,”
- atau “Ringkas aktivitas rumah hari ini.”
Gemini kemudian akan memahami konteks perintah tersebut dan menjalankannya secara otomatis.
Google juga menghadirkan fitur Home Brief yang dapat menyusun ringkasan aktivitas harian berdasarkan data kamera dan sensor rumah.
Kamera Pintar Bisa Cari Momen Penting Otomatis
Teknologi AI Gemini juga dibekali kemampuan Camera Intelligence atau kecerdasan kamera.
Fitur ini memungkinkan sistem keamanan rumah menelusuri rekaman video secara otomatis untuk menemukan momen tertentu tanpa pengguna harus memeriksa rekaman satu per satu.
Misalnya:
- mendeteksi paket datang,
- mengenali gerakan mencurigakan,
- atau mencari aktivitas tertentu dalam jam tertentu.
Kemampuan tersebut membuat perangkat keamanan rumah menjadi lebih praktis dan responsif.
Google Gandeng Operator dan Perusahaan Besar
Google juga mulai memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi dan operator komunikasi.
Salah satu mitra awal yang diumumkan adalah AT&T yang akan menggunakan teknologi Gemini melalui layanan keamanan Connected Life.
Selain itu, Walmart juga disebut menjadi salah satu mitra awal yang mulai menghadirkan perangkat berbasis Gemini.
Sebelumnya bahkan sempat muncul bocoran speaker pintar merek Onn yang menggunakan teknologi AI terbaru Google tersebut.
Persaingan AI Rumah Pintar Semakin Panas
Langkah Google ini memperlihatkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya terjadi di chatbot atau smartphone, tetapi juga mulai masuk ke dalam rumah pintar.
Baca Juga: BTS Bakal Guncang Jakarta Akhir 2026, Simak Jadwal War Tiket dan Prediksi Harga Seat VIP
Sebelumnya Google memang sudah memiliki ekosistem smart home melalui Google Assistant.
Namun dengan hadirnya Gemini, perusahaan tampaknya ingin membawa pengalaman AI yang jauh lebih canggih dan natural ke perangkat rumah tangga sehari-hari.
Keberhasilan Gemini Built In nantinya akan sangat bergantung pada:
- seberapa cepat produsen mengadopsi teknologi ini,
- kualitas pengalaman pengguna,
- serta penerimaan pasar terhadap rumah pintar berbasis AI.
Jika berhasil, Gemini Built In bisa menjadi awal era baru perangkat rumah yang lebih pintar, responsif, dan terasa semakin “manusiawi”.
Editor : Muhammad Azlan Syah