RADARBONANG.ID – Apple dipastikan akan segera mengakhiri dukungan untuk komputer Mac berbasis prosesor Intel.
Keputusan tersebut akan mulai berlaku melalui peluncuran macOS 27 yang dijadwalkan diperkenalkan dalam ajang Worldwide Developers Conference 2026 beberapa pekan mendatang.
Sistem operasi terbaru itu disebut hanya kompatibel dengan perangkat Mac yang sudah menggunakan chip Apple Silicon.
Jadi Akhir Transisi dari Intel ke Apple Silicon
Langkah ini menjadi penanda berakhirnya masa transisi Apple dari prosesor Intel ke chip buatan sendiri yang dimulai beberapa tahun lalu.
Sejak memperkenalkan chip seri M, Apple memang secara bertahap mulai mengalihkan seluruh lini Mac mereka ke Apple Silicon.
Kini perusahaan asal Cupertino itu disebut siap meninggalkan arsitektur Intel sepenuhnya.
Sebelumnya, dalam sesi Platform State of the Union di WWDC 2025, Apple sudah lebih dulu mengumumkan bahwa macOS Tahoe 26 akan menjadi versi terakhir yang masih mendukung Mac berbasis Intel.
Artinya, perangkat Mac lama yang masih menggunakan prosesor Intel tidak akan dapat melakukan upgrade ke macOS 27 tahun ini.
Pengguna Mac Intel Tetap Dapat Pembaruan Keamanan
Meski dukungan sistem operasi utama dihentikan, Apple memastikan perangkat yang masih menjalankan macOS Tahoe 26 tetap akan memperoleh pembaruan keamanan selama tiga tahun ke depan.
Dengan begitu, pengguna Mac Intel tidak langsung kehilangan perlindungan sistem meski tak lagi mendapatkan fitur terbaru dari macOS generasi berikutnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah transisi yang cukup aman bagi pengguna yang belum beralih ke perangkat berbasis Apple Silicon.
macOS 27 Fokus untuk Chip Seri M
Menurut berbagai laporan, macOS 27 diperkirakan hanya akan tersedia untuk perangkat Mac yang menggunakan chip seri M, termasuk generasi awal seperti Apple M1.
Hingga kini belum ada indikasi bahwa Apple akan menghentikan dukungan untuk perangkat M1 dalam waktu dekat.
Artinya, pengguna MacBook atau iMac berbasis M1 masih diperkirakan akan mendapatkan dukungan sistem operasi terbaru selama beberapa tahun mendatang.
Apple Silicon Jadi Pusat Inovasi Baru
Keputusan Apple meninggalkan Intel dinilai cukup masuk akal karena hampir seluruh inovasi terbaru Mac kini difokuskan pada Apple Silicon.
Mulai dari pengembangan fitur AI di perangkat, efisiensi daya, performa tinggi, hingga optimalisasi aplikasi modern kini dirancang khusus untuk chip buatan Apple sendiri.
Apple Silicon juga memungkinkan integrasi lebih erat antara perangkat keras dan perangkat lunak, sesuatu yang menjadi salah satu kekuatan utama ekosistem Apple saat ini.
Karena itu, banyak fitur terbaru macOS disebut akan sulit berjalan optimal di perangkat Intel generasi lama.
Jadi Batas Tegas Dua Generasi Mac
Peluncuran macOS 27 kini dipandang sebagai garis pemisah yang jelas antara era Mac Intel dan generasi baru Mac berbasis Apple Silicon.
Selama hampir dua dekade, Intel menjadi tulang punggung perangkat Mac sebelum akhirnya digantikan chip internal Apple.
Kini perusahaan tampaknya siap melangkah penuh ke era baru dengan ekosistem yang sepenuhnya dibangun di atas Apple Silicon.
Bagi banyak pengguna dan pengamat teknologi, keputusan ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah perkembangan komputer Mac modern.
Editor : Muhammad Azlan Syah