RADARBONANG.ID – X milik Elon Musk kembali menjadi perhatian setelah regulator media Inggris mendesak platform tersebut memperketat pengawasan terhadap ujaran kebencian dan konten terorisme.
Tekanan tersebut datang dari Ofcom yang menilai masih banyak konten ilegal beredar di platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter itu.
Sebagai respons, X dikabarkan telah menyampaikan komitmen untuk meningkatkan sistem moderasi konten di wilayah Inggris.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap kondisi platform sejak Elon Musk mengambil alih Twitter dan mengubah namanya menjadi X.
Baca Juga: Baru Mulai Bangkit, Paul Pogba Kembali Dihantam Cedera hingga Absen Bela Monaco di Akhir Musim
X Janji Percepat Penanganan Konten Ilegal
Dalam pernyataan resminya, Ofcom menyebut X berjanji mempercepat proses penanganan laporan terkait ujaran kebencian dan konten terorisme.
Platform tersebut menargetkan rata-rata peninjauan laporan dilakukan dalam waktu 24 jam setelah diterima.
Selain itu, sekitar 85 persen laporan konten kebencian ditargetkan selesai diproses maksimal dalam waktu 48 jam.
X juga disebut akan membatasi akses di Inggris terhadap akun-akun yang diduga berkaitan dengan organisasi teroris terlarang.
Tidak hanya itu, perusahaan berencana bekerja sama dengan para ahli keamanan digital untuk memperbaiki sistem pelaporan dan moderasi konten di platform mereka.
Langkah tersebut dianggap penting untuk meredam kekhawatiran publik terhadap penyebaran ujaran kebencian yang dinilai semakin mudah ditemukan di media sosial.
Ofcom Sebut Konten Kebencian Masih Tinggi
Direktur Grup Keamanan Online Ofcom, Oliver Griffiths, mengatakan pihaknya masih menemukan banyak konten teroris dan ujaran kebencian ilegal di berbagai platform media sosial, termasuk X.
Menurut Griffiths, tindakan tegas menjadi semakin mendesak menyusul meningkatnya kasus kejahatan bermotif kebencian terhadap komunitas Yahudi di Inggris dalam beberapa waktu terakhir.
Ofcom menilai perusahaan teknologi memiliki tanggung jawab besar untuk mencegah penyebaran konten berbahaya yang dapat memicu diskriminasi maupun kekerasan di dunia nyata.
Karena itu, regulator Inggris akan terus memantau langkah-langkah yang diambil X selama 12 bulan ke depan.
X Akan Diawasi Selama Satu Tahun
Sebagai bagian dari pengawasan, Ofcom disebut akan meminta laporan triwulanan dari X terkait performa moderasi konten mereka.
Data tersebut nantinya digunakan untuk menilai apakah platform benar-benar memenuhi target yang telah dijanjikan kepada regulator.
Jika dinilai gagal memenuhi komitmen, bukan tidak mungkin X akan menghadapi tekanan regulasi yang lebih besar di Inggris.
Situasi ini memperlihatkan semakin ketatnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan media sosial dalam menangani konten ilegal dan berbahaya.
Terutama setelah banyak negara mulai khawatir terhadap dampak penyebaran ujaran kebencian di internet.
Grok dan Deepfake Ikut Jadi Sorotan
Bukan hanya platform X yang kini berada dalam pengawasan regulator internasional.
Chatbot AI milik perusahaan tersebut, Grok, juga sedang disorot karena dugaan penyebaran gambar ilegal dan deepfake tanpa persetujuan.
Ofcom masih menyelidiki dugaan tersebut sebagai bagian dari pengawasan terhadap keamanan digital di platform X.
Selain Inggris, regulator Uni Eropa hingga otoritas di Prancis juga mulai memberi perhatian khusus terhadap dugaan lemahnya pengendalian konten ilegal di platform tersebut.
Meningkatnya penggunaan AI generatif dalam media sosial dinilai menambah tantangan baru dalam moderasi konten digital.
Baca Juga: Apple Siapkan Strategi Baru, Intel Dipilih Jadi Mitra Produksi Chip untuk iPhone dan Mac Murah
Komitmen X Masih Diragukan
Meski telah menyampaikan janji untuk memperketat moderasi, banyak pihak masih meragukan keseriusan X dalam menjalankan komitmennya.
Sejumlah pengamat menilai ujaran rasis dan konten kebencian masih sangat mudah ditemukan di platform tersebut.
Bahkan beberapa unggahan kontroversial disebut berasal langsung dari akun Elon Musk sendiri yang kerap memicu perdebatan publik.
Kondisi itu membuat sebagian pihak mempertanyakan efektivitas kebijakan moderasi baru yang dijanjikan perusahaan.
Kini perhatian dunia tertuju pada apakah X benar-benar mampu memperbaiki sistem pengawasan konten mereka atau justru terus menghadapi kritik global terkait keamanan platform digital.