Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Apple Siapkan Strategi Baru, Intel Dipilih Jadi Mitra Produksi Chip untuk iPhone dan Mac Murah

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:44 WIB
Apple mulai membuka jalan baru di industri chip. Setelah lama bergantung pada TSMC, kini Intel mulai dilibatkan dalam produksi Apple Silicon. (Sumber: robyn/Pinterest)
Apple mulai membuka jalan baru di industri chip. Setelah lama bergantung pada TSMC, kini Intel mulai dilibatkan dalam produksi Apple Silicon. (Sumber: robyn/Pinterest)

RADARBONANG.IDApple dikabarkan mulai mengambil langkah besar dalam strategi produksi chip mereka dengan menggandeng Intel sebagai mitra manufaktur baru.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Apple untuk mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC yang selama ini menjadi pemasok utama chip Apple Silicon.

Informasi tersebut diperkuat oleh analis Apple ternama, Ming-Chi Kuo, yang menyebut Apple dan Intel telah memulai tahap uji coba produksi chip menggunakan teknologi manufaktur terbaru Intel, yakni Intel 18A-P.

Kabar ini langsung menarik perhatian industri teknologi global karena menandai perubahan penting dalam strategi rantai pasokan Apple untuk masa depan.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Murka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Pelaku Diminta Dihukum Seumur Hidup

Apple dan Intel Kembali Bekerja Sama

Kerja sama ini menjadi menarik karena Intel sebelumnya pernah menjadi pemasok utama prosesor Mac sebelum Apple memperkenalkan Apple Silicon pada tahun 2020.

Saat itu Apple memutuskan meninggalkan prosesor Intel dan beralih menggunakan chip buatannya sendiri berbasis ARM demi meningkatkan efisiensi dan performa perangkat mereka.

Namun kini hubungan kedua perusahaan disebut mulai kembali terjalin, meski dalam bentuk berbeda.

Intel tidak lagi memasok desain prosesor utama untuk Mac, melainkan berperan sebagai mitra produksi chip Apple generasi tertentu.

Menurut laporan yang beredar, Apple akan memanfaatkan teknologi manufaktur Intel untuk memproduksi chip kelas bawah dan generasi lama yang digunakan pada beberapa perangkat dengan spesifikasi lebih ringan.

Teknologi Intel 18A-P Disebut Setara Chip Premium Apple

Chip yang sedang diuji kabarnya menggunakan proses Intel 18A-P, teknologi manufaktur terbaru Intel yang disebut memiliki kemampuan setara dengan proses produksi chip premium Apple saat ini.

Beberapa laporan menyebut performanya mendekati teknologi yang digunakan pada chip A18 Pro milik Apple.

Chip hasil produksi Intel tersebut nantinya diperkirakan akan dipakai pada beberapa model iPhone, iPad, hingga Mac dengan spesifikasi lebih rendah.

Sekitar 80 persen produksi awal bahkan disebut akan difokuskan untuk lini iPhone.

Hal ini menunjukkan Apple mulai serius membangun jalur produksi alternatif di luar TSMC demi memperkuat stabilitas pasokan chip mereka di masa depan.

Produksi Uji Coba Dimulai pada 2026

Berdasarkan laporan yang beredar, tahap pengujian skala kecil akan dimulai sepanjang tahun 2026.

Jika hasil produksi sesuai target Apple, maka kapasitas produksi diperkirakan mulai ditingkatkan secara bertahap pada periode 2027 hingga 2028.

Sementara itu, produksi disebut akan mulai dikurangi kembali pada 2029 setelah fase evaluasi selesai dilakukan.

Beberapa fasilitas manufaktur Intel di Amerika Serikat seperti Oregon, Arizona, dan Ohio disebut berpotensi menjadi pusat utama produksi chip Apple tersebut.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan strategi Apple untuk memperluas rantai pasokan di luar Asia sekaligus memperkuat produksi teknologi di Amerika Serikat.

Apple Mulai Evaluasi Teknologi Intel yang Lebih Canggih

Selain teknologi Intel 18A-P, Apple juga dikabarkan mulai memantau perkembangan proses manufaktur Intel generasi berikutnya.

Salah satu yang disebut sedang dievaluasi adalah teknologi Intel 14A yang diproyeksikan menjadi fondasi chip iPhone masa depan.

Jika kerja sama ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin Intel akan mendapat peran yang lebih besar dalam produksi Apple Silicon beberapa tahun mendatang.

Meski begitu, posisi TSMC diyakini masih sangat kuat dalam ekosistem Apple.

Ming-Chi Kuo menyebut TSMC diperkirakan tetap memproduksi sekitar 90 persen chip Apple Silicon dalam beberapa tahun ke depan.

Artinya, Intel saat ini masih diposisikan sebagai pelengkap strategi diversifikasi Apple, bukan pengganti utama TSMC.

Strategi Diversifikasi untuk Kurangi Risiko

Keputusan Apple menggandeng Intel diyakini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang.

Ketergantungan terlalu besar pada satu pemasok dinilai berisiko tinggi, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan persaingan industri semikonduktor global.

Baca Juga: Mohamed Salah Diduga Sindir Arne Slot di Instagram, Pemain Liverpool Ramai Beri Dukungan dan Ruang Ganti Mulai Memanas

Dengan membagi produksi ke beberapa mitra, Apple dapat mengurangi potensi gangguan rantai pasokan yang dapat memengaruhi produksi perangkat mereka.

Langkah ini juga memberi Apple fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan teknologi chip generasi berikutnya.

Kini perhatian industri tertuju pada bagaimana hasil kerja sama Apple dan Intel dalam beberapa tahun ke depan.

Jika berhasil, strategi ini bisa menjadi salah satu perubahan terbesar dalam peta industri semikonduktor global modern.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Intel 18A-P #chip Apple #Ming-Chi Kuo #Apple Silicon #tsmc