Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

TikTok Resmi Uji Coba Langganan Bebas Iklan, Pengguna Inggris Kini Harus Pilih Bayar atau Terima Iklan Personal

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:57 WIB
TikTok resmi uji coba paket bebas iklan di Inggris. Pengguna kini harus memilih: bayar langganan atau tetap menerima iklan personalisasi. (Populer Science/Pinterest)
TikTok resmi uji coba paket bebas iklan di Inggris. Pengguna kini harus memilih: bayar langganan atau tetap menerima iklan personalisasi. (Populer Science/Pinterest)

RADARBONANG.ID TikTok resmi menghadirkan opsi langganan bebas iklan bagi pengguna di Inggris.

Melalui kebijakan baru tersebut, pengguna berusia 18 tahun ke atas kini dapat memilih membayar biaya bulanan sebesar £3,99 atau sekitar Rp80 ribuan agar bisa menikmati aplikasi tanpa gangguan iklan.

Fitur ini mulai diperkenalkan secara bertahap lewat notifikasi pop-up di aplikasi sejak pekan ini.

Pengguna nantinya diminta menentukan pilihan sebelum 11 November:

Baca Juga: Personal Branding Kini Jadi Mesin Profit Bisnis, UMKM hingga CEO Berlomba Bangun Citra Digital agar Cepat Dipercaya

TikTok Sebut Pengguna Diberi Kendali Lebih Besar

TikTok menyatakan langkah ini dilakukan untuk memberi pengguna kendali lebih besar terhadap pengalaman mereka saat menggunakan platform.

Direktur Pelaksana TikTok Inggris Kris Boger mengatakan iklan masih menjadi bagian penting dalam ekosistem platform digital.

Menurutnya, iklan membantu bisnis lokal menjangkau pelanggan baru sekaligus meningkatkan penjualan.

Meski begitu, pengguna yang membayar langganan tetap akan melihat konten promosi tertentu dari kreator atau influencer yang bekerja sama dengan brand.

Artinya, versi bebas iklan bukan berarti sepenuhnya tanpa konten komersial.

Pengguna Gratis Tak Bisa Lagi Tolak Iklan Bertarget

Kebijakan baru ini juga membawa perubahan besar terkait sistem iklan personalisasi di TikTok.

Sebelumnya, pengguna gratis di Inggris masih memiliki opsi untuk menolak iklan bertarget berdasarkan aktivitas mereka.

Namun setelah aturan baru diterapkan, pilihan tersebut akan dihapus.

Dengan begitu, pengguna gratis otomatis akan menerima iklan yang dipersonalisasi sesuai perilaku dan aktivitas mereka di platform.

Perubahan ini langsung memicu diskusi soal privasi digital dan masa depan internet berbasis langganan.

Tren Baru Industri Teknologi: “Consent or Pay”

Pengamat media sosial Matt Navarra menilai langkah TikTok menjadi bagian dari tren baru industri teknologi yang dikenal dengan istilah “consent or pay”.

Konsep ini membuat pengguna harus memilih:

Menurut Navarra, internet kini perlahan bergerak menuju sistem dua tingkat.

Pengguna yang mampu membayar akan mendapatkan pengalaman digital yang lebih nyaman dan lebih privat.

Sementara pengguna gratis harus “membayar” dengan data dan perhatian mereka terhadap iklan.

Meta Sudah Lebih Dulu Terapkan Sistem Serupa

Sebelum TikTok, perusahaan teknologi Meta Platforms juga lebih dulu menghadirkan layanan serupa untuk platform seperti:

Di Inggris dan beberapa wilayah Eropa, pengguna Meta juga diberi pilihan antara menggunakan layanan gratis dengan iklan personalisasi atau membayar langganan bebas iklan.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi mulai mencari model bisnis baru di tengah meningkatnya tekanan regulasi soal privasi data pengguna.

Belum Dipastikan Hadir di Negara Lain

Hingga saat ini, TikTok belum mengumumkan apakah layanan bebas iklan tersebut akan diperluas ke negara lain, termasuk United States maupun negara-negara Asia.

Namun banyak pengamat memperkirakan jika uji coba di Inggris berjalan sukses, fitur serupa kemungkinan akan diperluas secara global.

Baca Juga: Sering Healing tapi Mental Tetap Lelah? Ini Fakta Emotional Exhaustion yang Banyak Dialami Gen Z

Terlebih, persaingan platform media sosial kini tidak hanya soal fitur hiburan, tetapi juga pengalaman pengguna dan perlindungan privasi digital.

Privasi Digital Kini Jadi Isu Besar

Kebijakan terbaru TikTok kembali memunculkan pertanyaan besar soal masa depan internet modern.

Apakah privasi akan tetap menjadi hak semua pengguna, atau justru berubah menjadi layanan premium yang hanya bisa dinikmati mereka yang mampu membayar?

Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat pada media sosial, isu ini diperkirakan akan terus menjadi perdebatan besar dalam industri teknologi global. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#TikTok bebas iklan #TikTok Inggris #langganan TikTok #iklan TikTok #TikTok premium