Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Meta Siapkan Energi dari Luar Angkasa untuk Dukung AI, Teknologi Surya Orbit Jadi Sorotan

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 28 April 2026 | 13:10 WIB
AI butuh energi besar! Meta kini melirik luar angkasa sebagai sumber listrik masa depan yang tak terbatas. (TheTechBasic/Pinterest)
AI butuh energi besar! Meta kini melirik luar angkasa sebagai sumber listrik masa depan yang tak terbatas. (TheTechBasic/Pinterest)

 

RADARBONANG.ID – Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong perusahaan teknologi untuk mencari solusi di luar cara konvensional.

Meta menjadi salah satu yang mengambil langkah berani dengan mengeksplorasi sumber energi dari luar angkasa demi mendukung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Overview Energy, sebuah perusahaan yang fokus mengembangkan teknologi tenaga surya berbasis orbit.

Baca Juga: Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Presiden Prabowo Cicipi Kari Laksa Hingga Doakan Keluarga Sakinah

Energi dari Orbit untuk Kebutuhan AI

Dalam kesepakatan tersebut, Meta mendapatkan hak akses awal hingga 1 gigawatt listrik dari sistem tenaga surya yang dikembangkan di luar angkasa.

Energi ini akan dipanen melalui panel surya yang ditempatkan di orbit Bumi.

Berbeda dengan sistem konvensional, energi yang dikumpulkan tidak langsung dikirim dalam bentuk listrik.

Sebaliknya, energi tersebut dipancarkan ke Bumi dalam bentuk cahaya inframerah, kemudian ditangkap oleh panel khusus dan diubah kembali menjadi listrik.

Pendekatan ini dinilai sebagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan energi di Bumi yang semakin terasa, terutama bagi perusahaan dengan kebutuhan daya besar seperti Meta.

Mengatasi Keterbatasan Energi Surya di Bumi

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya menghasilkan energi tanpa terpengaruh oleh kondisi cuaca atau siklus siang dan malam.

Panel surya yang berada di orbit dapat menangkap sinar matahari secara konsisten sepanjang waktu.

Energi kemudian dapat dikirim ke Bumi kapan saja sesuai kebutuhan.

Hal ini menjadi terobosan besar dibandingkan pembangkit tenaga surya di permukaan Bumi yang sangat bergantung pada intensitas cahaya matahari dan kondisi lingkungan.

Dengan kata lain, sumber energi ini bersifat lebih stabil dan dapat diandalkan untuk kebutuhan jangka panjang.

Lonjakan Kebutuhan Energi Meta

Keputusan Meta untuk mencari sumber energi alternatif tidak lepas dari meningkatnya konsumsi listrik perusahaan.

Sepanjang 2024, pusat data mereka mengonsumsi lebih dari 18 ribu gigawatt listrik.

Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan energi sekitar 1,7 juta rumah dalam satu tahun.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring ekspansi AI yang semakin agresif.

Teknologi AI modern, terutama yang berbasis model besar, membutuhkan daya komputasi tinggi yang berbanding lurus dengan konsumsi energi.

Oleh karena itu, ketersediaan energi yang stabil menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan operasional.

Target Uji Coba dan Implementasi

Overview Energy menargetkan peluncuran misi uji coba pertama pada tahun 2028.

Jika berjalan sesuai rencana, pengiriman energi secara komersial dapat dimulai sekitar tahun 2030.

Perusahaan ini bahkan merancang jaringan besar yang terdiri dari hingga seribu satelit untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan selama lebih dari satu dekade.

Dengan skala tersebut, sistem ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi global, tidak hanya untuk Meta tetapi juga sektor lain di masa depan.

Teknologi Inframerah yang Lebih Aman

Berbeda dari pendekatan lain yang menggunakan laser atau gelombang mikro, sistem ini memanfaatkan pancaran inframerah berintensitas rendah.

Metode ini diklaim lebih aman karena memiliki risiko lebih kecil terhadap lingkungan maupun aktivitas manusia.

Selain itu, penggunaan inframerah juga dinilai lebih mudah dalam aspek regulasi dibandingkan teknologi lain yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Inovasi ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan dan keberlanjutan.

Strategi Besar Energi Terbarukan

Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Meta dalam diversifikasi sumber energi.

Perusahaan tersebut menargetkan investasi besar dalam energi terbarukan hingga mencapai 30 gigawatt.

Langkah ini mencerminkan tren yang semakin kuat di industri teknologi global. Perusahaan-perusahaan besar berlomba mencari sumber energi bersih untuk mendukung pertumbuhan AI.

Beberapa raksasa teknologi lain seperti Microsoft, Google, dan Amazon juga mulai berinvestasi dalam berbagai proyek energi berkelanjutan.

Energi Jadi Penentu Masa Depan AI

Persaingan di industri AI kini tidak lagi hanya soal kecanggihan algoritma atau kemampuan teknologi.

Ketersediaan energi yang cukup, stabil, dan ramah lingkungan mulai menjadi faktor penentu utama dalam menentukan siapa yang akan memimpin di masa depan.

Baca Juga: Nita Vior-Vincent Rivaldi Cerita Perjuangan Lahiran, Sempat Alami Drama Masuk Panggul hingga ‘Ngfly’ Efek Bius

Langkah Meta memanfaatkan energi dari luar angkasa menjadi sinyal bahwa batas inovasi terus bergeser.

Jika teknologi ini berhasil diwujudkan secara luas, bukan tidak mungkin energi dari orbit akan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia di masa depan.

Dengan kebutuhan AI yang terus meningkat, solusi energi seperti ini bisa menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keberlanjutan lingkungan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Meta energi luar angkasa #AI Meta listrik #tenaga surya orbit #Overview Energy #energi masa depan AI