RADARBONANG.ID – Misi luar angkasa bersejarah kembali ditorehkan oleh NASA.
Empat astronaut dalam misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi dengan selamat setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan selama 10 hari.
Kapsul Orion yang mereka tumpangi melakukan pendaratan (splashdown) di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada pukul 17.07 waktu setempat atau Sabtu pukul 07.07 WIB.
Perjalanan Jauh Menuju Cislunar
Selama misi berlangsung, wahana Orion menempuh jarak sekitar 694.481 mil atau setara 1,1 juta kilometer.
Para astronaut bahkan mencapai titik terjauh yang pernah dijangkau manusia dari Bumi.
Misi Artemis II menjadi penerbangan berawak pertama menuju wilayah cislunar—ruang antara Bumi dan Bulan—sejak era Program Apollo terakhir pada 1970-an.
Capaian ini menandai kebangkitan eksplorasi manusia ke luar orbit rendah Bumi setelah lebih dari lima dekade.
Awak Misi dan Sejarah Baru
Misi ini diawaki oleh empat astronaut, yakni Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen sebagai spesialis misi.
Mereka menjadi manusia pertama yang mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
Tak hanya itu, misi ini juga mencatat sejumlah pencapaian penting:
- Christina Koch menjadi perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan dan kembali
- Jeremy Hansen menjadi astronaut non-Amerika pertama yang mencapai tonggak tersebut
- Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang menjalani misi serupa
Keempatnya juga mencetak rekor sebagai manusia yang menjelajah paling jauh dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai awak Apollo 13.
Momen Mengagumkan dari Luar Angkasa
Saat kapsul Orion mendekati Bumi, Reid Wiseman menggambarkan pemandangan planet biru sebagai pengalaman yang luar biasa.
Menurutnya, dominasi warna biru dari Bumi memberikan kesan mendalam yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sementara itu, Christina Koch juga mengungkapkan momen emosional ketika melihat permukaan Bulan secara langsung.
Baginya, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang hidupnya.
Proses Evakuasi dan Pemulihan
Setelah splashdown, tim pemulihan dari Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di kapal USS John P. Murtha segera melakukan evakuasi.
Proses dilakukan menggunakan perahu khusus yang terhubung langsung ke kapsul Orion.
Para astronaut kemudian dipindahkan ke kapal induk dengan bantuan helikopter sebelum menjalani pemeriksaan medis.
Seluruh rangkaian evakuasi berjalan lancar, menandakan kesiapan sistem pemulihan yang telah dirancang secara matang.
Fondasi Menuju Misi Bulan Berikutnya
Keberhasilan misi Artemis II menjadi tonggak penting dalam program Artemis Program.
Data yang dikumpulkan selama perjalanan akan menjadi dasar bagi rencana pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2028 melalui misi lanjutan.
Pejabat NASA, Nicky Fox, menyebut misi ini sebagai langkah besar dalam eksplorasi antariksa modern.
Ia menegaskan bahwa selain menghasilkan data ilmiah penting, misi ini juga menghadirkan visual luar biasa yang dapat menginspirasi generasi mendatang untuk terus menjelajahi ruang angkasa.
Keberhasilan Artemis II bukan hanya tentang kembali ke Bulan, tetapi juga tentang membuka babak baru eksplorasi manusia di luar angkasa.
Dengan teknologi yang semakin maju dan kolaborasi internasional yang kuat, masa depan perjalanan antariksa kini tampak semakin dekat dan penuh harapan.
Editor : Muhammad Azlan Syah