RADARBONANG.ID – Persaingan layanan internet berbasis satelit dipastikan akan semakin sengit. Amazon bersiap memasuki pasar melalui layanan terbarunya yang diberi nama Leo.
Layanan ini merupakan pengembangan dari proyek ambisius yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper.
Amazon menargetkan Leo mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
Dalam surat tahunan kepada pemegang saham, CEO Amazon Andy Jassy mengungkapkan bahwa layanan tersebut kini hampir siap digunakan, meski belum ada kepastian apakah langsung tersedia untuk konsumen umum saat peluncuran awal.
Baca Juga: Kondisi Iran Mulai Kondusif, Ratusan WNI di Timur Tengah Tunggu Jadwal Kepulangan ke Tanah Air
Tahap Awal Masih Terbatas
Pada fase awal, Amazon kemungkinan akan membatasi penggunaan Leo hanya untuk kalangan tertentu, seperti perusahaan atau mitra strategis.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem berjalan optimal sebelum diperluas ke publik.
Sejumlah kerja sama strategis pun telah diamankan. Di antaranya dengan Delta Air Lines dan JetBlue dari sektor penerbangan.
Selain itu, perusahaan besar seperti AT&T, Vodafone, hingga NASA juga telah menjalin kemitraan dengan Amazon.
Klaim Performa Tinggi
Dari sisi performa, Leo disebut mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 1 Gbps. Angka ini jauh melampaui layanan milik Starlink yang saat ini berada di kisaran 45–280 Mbps.
Tak hanya itu, Amazon juga mengklaim kecepatan unggahan Leo bisa enam hingga delapan kali lebih cepat, dengan biaya yang lebih kompetitif.
Keunggulan lain terletak pada integrasi dengan Amazon Web Services (AWS).
Integrasi ini memungkinkan perusahaan dan pemerintah memanfaatkan data secara real-time untuk kebutuhan analitik dan operasional.
Tantangan Besar di Depan
Meski menjanjikan, perjalanan Leo tidak akan mudah. Saat ini, konstelasi satelitnya baru mencapai sekitar 240 unit, jauh tertinggal dibandingkan Starlink yang telah memiliki sekitar 10 ribu satelit di orbit Bumi.
Amazon juga diperkirakan belum mampu memenuhi target penempatan 1.600 satelit sebelum Juli 2026.
Keterbatasan ini menjadi tantangan besar dalam menghadirkan cakupan layanan yang luas dan stabil.
Persaingan Internet Satelit Kian Ketat
Kehadiran Leo diprediksi akan memperketat persaingan di industri internet satelit global.
Dengan teknologi yang lebih cepat dan integrasi cloud yang kuat, Amazon berpotensi menjadi pesaing serius bagi pemain lama.
Namun demikian, waktu dan konsistensi pengembangan akan menjadi kunci utama. Leo masih membutuhkan proses panjang sebelum benar-benar mampu menyaingi dominasi Starlink di pasar global.
Baca Juga: Jika Penyimpanan Ponsel Anda Selalu Penuh, Menurut Psikologi Anda Memiliki 8 Kualitas Unik Ini Tanpa Menyadarinya
Peluncuran Leo pada 2026 menjadi langkah besar Amazon dalam memperluas bisnisnya ke sektor internet satelit.
Meski menawarkan berbagai keunggulan, tantangan infrastruktur dan skala masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin peta persaingan internet global akan berubah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Muhammad Azlan Syah