RADARBONANG.ID – Misteri panjang seputar identitas pencipta Bitcoin kembali mencuat.
Laporan investigasi terbaru dari The New York Times mengklaim telah menemukan kandidat kuat di balik sosok anonim Satoshi Nakamoto.
Nama yang mencuat adalah Adam Back, CEO perusahaan blockchain Blockstream, yang disebut memiliki sejumlah kesamaan dengan figur misterius tersebut.
Baca Juga: Selalu Peka pada Detail Kecil? Ini 8 Keunggulan Kognitif yang Mungkin Anda Miliki Menurut Psikologi
Kemiripan Bahasa dan Aktivitas Digital
Dalam investigasi yang berlangsung selama satu tahun, jurnalis John Carreyrou menyoroti kemiripan gaya bahasa antara tulisan Adam Back dan Satoshi Nakamoto di forum-forum internet lama.
Mulai dari penggunaan frasa, pola ejaan, hingga struktur kalimat dinilai memiliki kesamaan mencolok.
Selain itu, waktu aktivitas daring keduanya juga disebut memiliki pola yang serupa.
Faktor-faktor ini menjadi dasar utama spekulasi bahwa Back bisa saja merupakan sosok di balik nama Satoshi.
Peran Penting dalam Teknologi Bitcoin
Salah satu poin paling kuat dalam analisis tersebut adalah kontribusi Back dalam menciptakan Hashcash, sistem proof-of-work yang menjadi fondasi utama mekanisme penambangan Bitcoin.
Teknologi ini memang menjadi elemen penting dalam cara kerja Bitcoin, sehingga keterkaitan tersebut semakin memperkuat dugaan terhadap dirinya.
Tak heran, nama Adam Back sudah lama masuk dalam daftar kandidat pencipta Bitcoin versi berbagai peneliti dan pengamat kripto.
Bantahan Tegas dari Adam Back
Meski demikian, Adam Back langsung membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti konkret yang mengarah pada dirinya sebagai Satoshi Nakamoto.
Pihak Blockstream juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak hasil investigasi tersebut.
Perusahaan menilai kesimpulan yang dibuat hanya berdasarkan interpretasi tidak langsung dan spekulasi, tanpa didukung bukti kriptografi yang dapat diverifikasi secara ilmiah.
Back sendiri disebut konsisten selama bertahun-tahun menyatakan bahwa dirinya bukan pencipta Bitcoin.
Bukan Klaim Pertama
Upaya mengungkap identitas Satoshi Nakamoto bukanlah hal baru. Sejumlah nama lain sebelumnya juga pernah dikaitkan, seperti Hal Finney dan Nick Szabo, yang merupakan tokoh penting dalam dunia kriptografi.
Bahkan, film dokumenter produksi HBO berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery (2024) sempat mengklaim bahwa Peter Todd adalah sosok di balik Bitcoin.
Namun hingga kini, belum ada satu pun klaim yang berhasil dibuktikan secara pasti.
Harga Bitcoin Ikut Terdongkrak
Di tengah ramainya isu ini, harga Bitcoin justru mengalami kenaikan. Nilai tukarnya tercatat naik sekitar 4,4 persen hingga menyentuh level US$ 71.732,79.
Kenaikan ini tidak hanya dipengaruhi oleh spekulasi pasar terkait identitas Satoshi, tetapi juga oleh sentimen global, termasuk meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Selalu Peka pada Detail Kecil? Ini 8 Keunggulan Kognitif yang Mungkin Anda Miliki Menurut Psikologi
Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga saat ini, identitas asli Satoshi Nakamoto masih menjadi salah satu misteri terbesar di dunia teknologi dan keuangan.
Meski berbagai investigasi terus dilakukan, ketiadaan bukti kriptografi yang definitif membuat klaim-klaim tersebut sulit diverifikasi.
Bagi sebagian komunitas, anonimitas Satoshi justru menjadi bagian penting dari filosofi Bitcoin itu sendiri—sebuah sistem yang dirancang tanpa bergantung pada satu figur sentral.
Editor : Muhammad Azlan Syah