Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mantan Insinyur Meta Diselidiki Polisi Inggris, Diduga Unduh 30 Ribu Foto Pribadi Pengguna Facebook

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 9 April 2026 | 12:46 WIB
Meta selidiki mantan karyawan yang diduga untuk ribuan foto pribadi pengguna. (Shutter Speed/Unsplash)
Meta selidiki mantan karyawan yang diduga untuk ribuan foto pribadi pengguna. (Shutter Speed/Unsplash)

RADARBONANG.ID – Seorang mantan insinyur dari Meta Platforms tengah diselidiki aparat penegak hukum di Inggris atas dugaan mengunduh puluhan ribu foto pribadi pengguna Facebook secara ilegal.

Kasus ini ditangani oleh Unit Kejahatan Siber Kepolisian Metropolitan London, yang saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Baca Juga: 70 Persen Kawasan Konservasi Laut Tercemar Limbah Cair, Studi Ungkap Ancaman Datang dari Daratan

Diduga Gunakan Program untuk Bobol Sistem

Berdasarkan laporan media Inggris, mantan insinyur tersebut diduga membuat program khusus untuk melewati sistem keamanan internal Facebook.

Dengan metode tersebut, ia diyakini berhasil mengakses dan mengunduh sekitar 30 ribu foto pribadi pengguna yang seharusnya terlindungi oleh sistem platform.

Aksi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut data pribadi pengguna dalam jumlah besar, sekaligus menunjukkan potensi celah dalam sistem keamanan internal perusahaan teknologi besar.

Terungkap Sejak Setahun Lalu

Pelanggaran ini pertama kali terdeteksi oleh pihak Meta lebih dari satu tahun lalu.

Setelah mengetahui adanya akses tidak sah, perusahaan segera mengambil langkah tegas dengan memecat karyawan yang bersangkutan.

Selain itu, kasus ini juga langsung dilaporkan kepada pihak berwenang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Juru bicara Meta menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah pengamanan tambahan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Polisi Tangkap Tersangka

Pihak Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi bahwa seorang pria berusia sekitar 30-an telah ditangkap pada November 2025 atas dugaan mengakses materi komputer tanpa izin.

Setelah penangkapan, tersangka kemudian dilepaskan dengan jaminan.

Ia dijadwalkan kembali melapor kepada pihak kepolisian pada Mei mendatang sebagai bagian dari proses hukum yang masih berjalan.

Libatkan FBI dalam Penyelidikan

Penyelidikan kasus ini juga melibatkan kerja sama internasional. Kepolisian Inggris menerima rujukan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dalam menangani kasus tersebut.

Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan keseriusan penanganan kasus kejahatan siber yang berdampak global, terutama yang melibatkan perusahaan teknologi besar dan data pengguna dalam jumlah masif.

Tambah Daftar Isu Keamanan Data Meta

Insiden ini menambah daftar panjang persoalan keamanan data yang pernah dihadapi Meta.

Sebelumnya, pada tahun 2022, Facebook juga sempat terseret kasus kebocoran data besar.

Saat itu, perusahaan didenda oleh Komisi Perlindungan Data Irlandia setelah data pribadi ratusan juta pengguna dilaporkan tersebar di internet.

Kasus terbaru ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi di era digital, terutama bagi platform dengan jumlah pengguna yang sangat besar seperti Facebook.

Baca Juga: Wapres AS Beri Sinyal Perang Iran Akan Segera Berakhir, Akhir Konflik Kian Dekat

Pentingnya Keamanan Data Digital

Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi untuk terus memperkuat sistem keamanan mereka.

Di sisi lain, pengguna juga diimbau untuk lebih waspada dalam menjaga privasi data pribadi di platform digital.

Dengan meningkatnya ancaman kejahatan siber, perlindungan data menjadi salah satu isu krusial yang tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga stabilitas ekosistem digital global.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Meta Platforms #polisi Inggris #FBI #facebook #kebocoran data