Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Chrome Siapkan Fitur Lazy Loading untuk Video dan Audio, Halaman Web Bisa Lebih Cepat

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 5 April 2026 | 07:10 WIB
Chrome menghadirkan fitur lazy loading untuk video dan audio yang membuat halaman web lebih cepat diakses, lebih hemat data, dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. (Zulfugar Karimov/Unsplash)
Chrome menghadirkan fitur lazy loading untuk video dan audio yang membuat halaman web lebih cepat diakses, lebih hemat data, dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. (Zulfugar Karimov/Unsplash)

 

RADARBONANG.IDGoogle kembali menghadirkan inovasi untuk meningkatkan performa browser Google Chrome dan ekosistem berbasis Chromium.

Kali ini, pembaruan difokuskan pada efisiensi pemuatan konten media melalui fitur lazy loading yang diperluas untuk elemen video dan audio.

Perluasan Lazy Loading ke Video dan Audio

Selama ini, lazy loading telah menjadi fitur penting dalam pengembangan web modern, terutama untuk gambar dan iframe.

Baca Juga: Candi Cetho: Candi di Atas Awan Peninggalan Majapahit yang Sarat Nilai Spiritual

Dengan teknik ini, browser hanya akan memuat konten ketika benar-benar diperlukan, yakni saat pengguna menggulir halaman hingga konten tersebut terlihat di layar.

Kini, konsep yang sama akan diterapkan pada elemen video dan audio. Artinya, file media berukuran besar tidak lagi langsung dimuat saat halaman dibuka.

Sebaliknya, browser akan menundanya hingga pengguna benar-benar membutuhkannya. Langkah ini diyakini mampu mengurangi beban awal saat halaman diakses, terutama pada situs yang memiliki banyak konten multimedia.

Kelemahan Metode Lama Berbasis JavaScript

Sebelum adanya dukungan bawaan ini, banyak pengembang web sebenarnya sudah menerapkan lazy loading untuk video dan audio menggunakan JavaScript. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan karena tidak terintegrasi langsung dengan sistem preload internal browser.

Salah satu teknik yang umum digunakan adalah Intersection Observer, yakni API yang memungkinkan pengembang mendeteksi kapan suatu elemen masuk ke dalam area tampilan pengguna. Meski efektif, pendekatan ini menambah kompleksitas pengembangan karena memerlukan skrip tambahan dan pengelolaan logika yang lebih rumit.

Solusi Praktis dengan Atribut HTML

Melalui pembaruan terbaru ini, pengembang cukup menambahkan atribut HTML sederhana, yaitu loading="lazy", pada elemen video atau audio.

Dengan cara ini, browser akan secara otomatis mengatur kapan media tersebut harus dimuat tanpa bantuan skrip eksternal.

Pendekatan ini tidak hanya lebih praktis, tetapi juga lebih efisien karena langsung terhubung dengan sistem manajemen sumber daya browser.

Hal ini membuat proses pengembangan menjadi lebih sederhana sekaligus meningkatkan performa secara keseluruhan.

Dampak pada Performa dan Penggunaan Data

Dari sisi teknis, integrasi ini memungkinkan browser mengoptimalkan penggunaan jaringan secara lebih cerdas.

Media yang berada di luar layar tidak akan mengonsumsi bandwidth hingga benar-benar diperlukan.

Selain itu, fitur ini juga berpotensi meningkatkan skor performa situs web, terutama dalam metrik seperti Largest Contentful Paint (LCP) dan First Contentful Paint (FCP).

Kedua indikator ini menjadi faktor penting dalam pengalaman pengguna sekaligus berpengaruh pada optimasi mesin pencari (SEO).

Uji Coba dan Jadwal Rilis

Implementasi lazy loading untuk video dan audio ini mulai diuji sejak awal tahun dalam proyek Chromium.

Setelah melalui berbagai tahap pengembangan dan pengujian, fitur ini kini memasuki fase aktivasi secara default pada versi stabil.

Jika tidak ada perubahan, fitur ini diperkirakan hadir pada Chrome versi 148 yang dijadwalkan rilis pada pertengahan April.

Kehadirannya akan tersedia di berbagai platform, mulai dari desktop hingga perangkat mobile seperti Android dan iOS.

Ekosistem Chromium Ikut Menyusul

Tidak hanya Chrome, browser lain yang menggunakan basis Chromium seperti Microsoft Edge dan Vivaldi juga diperkirakan akan mendapatkan fitur serupa. Hal ini karena pembaruan berasal dari proyek inti Chromium yang menjadi fondasi berbagai browser modern.

Pengalaman Browsing Lebih Cepat dan Ringan

Bagi pengguna, pembaruan ini akan terasa dalam bentuk pengalaman menjelajah yang lebih cepat, ringan, dan responsif.

Halaman web dengan banyak konten video atau audio tidak lagi terasa berat saat pertama kali dibuka.

Baca Juga: Pikun Tak Lagi Sekadar Faktor Usia, Ini Penemuan Baru Penyebab Hilangnya Ingatan dan Solusinya

Sementara itu, bagi pengembang, fitur ini menjadi solusi praktis untuk meningkatkan performa tanpa perlu menambahkan banyak skrip tambahan.

Dengan implementasi yang sederhana, mereka dapat lebih fokus pada kualitas konten tanpa mengorbankan kecepatan akses.

Ke depan, langkah ini menunjukkan arah pengembangan browser yang semakin mengedepankan efisiensi dan pengalaman pengguna.

Dengan semakin banyaknya konten multimedia di internet, optimalisasi seperti ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#lazy loading Chrome #fitur Chrome terbaru #Chromium update #optimasi website #loading video audio