RADARBONANG.ID – Apple resmi menghentikan produksi Mac Pro, yang selama ini dikenal sebagai komputer desktop kelas profesional andalan perusahaan.
Keputusan ini terkonfirmasi setelah Mac Pro tidak lagi muncul dalam daftar produk Mac yang tersedia di situs resmi Apple.
Langkah tersebut sekaligus menandai berakhirnya salah satu lini komputer paling ikonik dalam sejarah Apple.
Baca Juga: Meta Hadirkan Fitur Tautan Belanja Langsung di Reels Instagram dan Facebook
Akhir Era Desain “Parutan Keju”
Mac Pro dikenal luas berkat desain khasnya yang menyerupai “parutan keju”. Bentuknya yang besar dan kokoh bukan tanpa alasan, karena perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional dengan dukungan berbagai slot ekspansi.
Desain tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan, mulai dari penambahan kartu grafis hingga penyimpanan tambahan.
Hal ini menjadikan Mac Pro sebagai pilihan utama di kalangan kreator, editor video, hingga profesional industri kreatif lainnya.
Perjalanan dari Intel ke Apple Silicon
Pada awal kemunculannya, Mac Pro menggunakan prosesor dari Intel. Namun, Apple kemudian melakukan perubahan besar dengan beralih ke chip buatannya sendiri berbasis ARM.
Perubahan ini dimulai sejak 2020, ketika Apple memperkenalkan Apple Silicon sebagai pengganti prosesor Intel di lini Mac.
Mac Pro terakhir yang dirilis pada 2023 telah menggunakan chip M2 Ultra, yang menawarkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski demikian, sejak pembaruan tersebut, Mac Pro tidak lagi mendapatkan peningkatan signifikan.
Kehadiran Mac Studio Menggeser Posisi
Posisi Mac Pro mulai tergerus sejak Apple merilis Mac Studio pada tahun 2022.
Perangkat ini hadir dengan ukuran yang jauh lebih ringkas, namun tetap menawarkan performa tinggi berkat penggunaan chip seri M terbaru.
Bahkan, Mac Studio terus mendapatkan pembaruan, termasuk dukungan chip M3 Ultra dengan spesifikasi mumpuni seperti CPU hingga 32 core, GPU 80 core, memori hingga 256GB, serta penyimpanan SSD mencapai 16 TB.
Dengan kemampuan tersebut, Mac Studio dinilai mampu menggantikan peran Mac Pro sebagai desktop profesional utama dalam ekosistem Apple.
Strategi Baru Apple di Segmen Desktop
Keputusan menghentikan Mac Pro sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa waktu lalu. Rumor mengenai penghentian lini produk ini sempat mencuat pada akhir tahun sebelumnya.
Kini, langkah tersebut resmi diambil Apple sebagai bagian dari strategi untuk menyederhanakan lini produknya dan fokus pada perangkat yang lebih efisien serta relevan dengan kebutuhan pasar.
Ke depan, Apple diperkirakan akan terus mengembangkan Mac Studio sebagai andalan di segmen desktop profesional.
Baca Juga: Sering Diabaikan, Tanda Awal Kolesterol Tinggi yang Perlu Segera Diwaspadai
Reaksi Pengguna dan Penutup Era Ikonik
Meski langkah ini dinilai logis dari sisi bisnis dan teknologi, tidak sedikit pengguna setia yang kemungkinan merasa kecewa.
Mac Pro telah lama menjadi simbol kekuatan dan fleksibilitas dalam dunia komputer desktop profesional.
Namun, dengan perkembangan teknologi chip yang semakin efisien dan powerful, kebutuhan akan desktop besar dengan banyak ekspansi mulai berkurang.
Penghentian Mac Pro pun menjadi penanda berakhirnya sebuah era dalam perjalanan Apple, sekaligus awal dari fokus baru pada perangkat yang lebih ringkas namun tetap bertenaga tinggi. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah