Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Arm Ubah Strategi, Kini Produksi Chip AI Sendiri untuk Pusat Data Modern

Andika Julia Perdana Putra • 2026-03-27 07:00:51
Arm resmi produksi chip AI sendiri melalui AGI CPU, menandai perubahan strategi besar dan siap bersaing di pasar pusat data global.
Arm resmi produksi chip AI sendiri melalui AGI CPU, menandai perubahan strategi besar dan siap bersaing di pasar pusat data global.

 

RADARBONANG.ID – Perusahaan teknologi asal Inggris, Arm Holdings, resmi mengambil langkah besar yang menandai perubahan arah bisnisnya.

Setelah hampir 36 tahun dikenal hanya melisensikan desain prosesor, kini Arm untuk pertama kalinya terjun langsung memproduksi chip buatannya sendiri.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah panjang perusahaan yang selama ini berperan sebagai penyedia desain inti berbagai perangkat teknologi global.

Kini, Arm tak lagi hanya berada di balik layar, melainkan ikut terjun langsung dalam persaingan industri perangkat keras.

Masuk ke Pasar Chip AI Pusat Data

Arm menghadirkan prosesor bernama Arm AGI CPU yang dirancang khusus untuk kebutuhan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Chip ini difokuskan untuk menangani proses inferensi AI, yaitu tahap ketika model AI yang telah dilatih digunakan untuk menghasilkan prediksi atau keputusan secara real-time.

Baca Juga: Meta Hadirkan Fitur Tautan Belanja Langsung di Reels Instagram dan Facebook

Dalam pengembangannya, Arm memanfaatkan arsitektur Neoverse yang dikenal memiliki performa tinggi untuk server dan data center. Kehadiran AGI CPU ini menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan komputasi AI yang efisien dan scalable di berbagai industri.

Kolaborasi dengan Raksasa Teknologi

Untuk memastikan performa dan relevansi produknya, Arm menggandeng sejumlah perusahaan teknologi besar sebagai mitra strategis. Salah satu yang paling menonjol adalah Meta yang menjadi pelanggan pertama dari chip ini.

Selain itu, Arm juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan global lainnya seperti OpenAI, Cerebras, Cloudflare, SAP, hingga SK Telecom.

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa Arm membangun ekosistem kuat dalam mengembangkan teknologi chip AI, sekaligus memastikan produknya dapat memenuhi kebutuhan industri secara luas.

Spesifikasi Tinggi dan Performa Unggul

Dari sisi teknis, Arm AGI CPU hadir dengan spesifikasi yang sangat kompetitif. Setiap chip mampu memiliki hingga 136 core berbasis Arm Neoverse V3, dengan daya desain termal (TDP) sekitar 300 watt.

Arm mengklaim bahwa prosesor ini mampu memberikan performa lebih dari dua kali lipat per rak dibandingkan dengan platform berbasis x86. Selain itu, dalam satu rak server berpendingin udara, AGI CPU dapat mendukung hingga 8.160 core, menjadikannya solusi yang sangat мощ untuk kebutuhan komputasi skala besar.

Kemampuan ini membuat AGI CPU sangat cocok digunakan pada pusat data modern yang menangani beban kerja AI dalam jumlah besar dan kompleks.

Perubahan Besar Model Bisnis Arm

Langkah Arm untuk memproduksi chip sendiri sebenarnya telah diprediksi sejak beberapa tahun terakhir. Pengembangan AGI CPU dilaporkan sudah dimulai sejak 2023, seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI.

Kini, sistem berbasis AGI CPU telah tersedia untuk dipesan, menandakan bahwa Arm benar-benar siap masuk ke pasar perangkat keras secara langsung.

Selama ini, Arm dikenal sebagai perusahaan yang hanya menyediakan desain prosesor yang kemudian diproduksi oleh mitra seperti Apple dan Nvidia. Namun dengan strategi baru ini, Arm kini harus bersaing dengan para mitranya sendiri.

Baca Juga: Galaxy S26 Bisa Kirim File ke iPhone, Quick Share Kini Makin Canggih dan Lintas Platform

Peran CPU Tetap Vital di Era AI

Di tengah dominasi GPU dalam industri kecerdasan buatan, Arm menegaskan bahwa CPU tetap memiliki peran yang sangat penting dalam pusat data modern.

CPU bertanggung jawab dalam berbagai fungsi krusial seperti pengelolaan memori, penyimpanan, penjadwalan beban kerja, hingga pengaturan aliran data antar sistem dalam skala besar. Tanpa CPU yang kuat dan efisien, performa sistem AI tidak akan optimal.

Dengan meningkatnya kompleksitas aplikasi AI, kebutuhan akan CPU berkinerja tinggi menjadi semakin mendesak. Inilah peluang yang ingin dimanfaatkan Arm melalui kehadiran AGI CPU.

Langkah ini sekaligus membuka babak baru dalam persaingan industri semikonduktor global. Jika berhasil, Arm tidak hanya akan memperkuat posisinya, tetapi juga berpotensi mengubah peta persaingan dalam era teknologi AI yang terus berkembang pesat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Arm AGI CPU #Arm Holdings chip AI #prosesor AI data center #Arm Neoverse V3 #chip AI terbaru #teknologi AI 2026