RADARBONANG.ID - Setelah menghadapi polemik internal dan sengketa hukum panjang, pengembangan Subnautica 2 akhirnya kembali ke jalur yang tepat.
Game bergenre survival ini dipastikan akan memasuki tahap Early Access pada Mei mendatang untuk platform PC dan Xbox, meski tanggal rilis pasti belum diumumkan.
Kesepakatan Pengembang dan Penerbit
IGN melaporkan bahwa pengembang Unknown Worlds Entertainment bersama Krafton sebagai penerbit telah sepakat untuk melanjutkan uji publik melalui skema akses awal.
Keputusan ini muncul setelah perkembangan penting dalam sengketa hukum antara kedua pihak. Seorang hakim memerintahkan agar mantan CEO Unknown Worlds, Ted Gill, dikembalikan ke posisinya di studio.
Baca Juga: Komdigi Tegas: 8 Platform Medsos dan Game Blokir Akun Anak, Ini Daftarnyaad
Latar Belakang Konflik
Sengketa ini bermula sejak akuisisi Unknown Worlds oleh Krafton pada tahun 2021, terkait kesepakatan bonus hingga 250 juta dolar AS bagi tim pengembang apabila target performa tercapai sebelum akhir 2025.
Pada Juli tahun lalu, beberapa pimpinan studio termasuk Gill diberhentikan secara mendadak, memicu gugatan dari Unknown Worlds.
Dalam pesan internal, pimpinan studio Steve Papoutsis menyebut sembilan bulan terakhir menjadi masa kerja keras bagi seluruh tim.
Ia menegaskan bahwa perkembangan terbaru akan membuat Subnautica 2 memiliki lebih banyak cerita, makhluk baru, dan bioma lebih beragam.
Komitmen Pengembangan
Meski Krafton tidak sepenuhnya setuju dengan putusan pengadilan dan masih mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, perusahaan menegaskan komitmen untuk meminimalkan gangguan terhadap pengembangan game.
Dengan kembalinya Gill dan tercapainya kesepakatan Early Access, pengembangan Subnautica 2 kini memasuki fase baru.
Tim pengembang berharap peluncuran awal pada Mei nanti menjadi langkah penting untuk membangun game bersama komunitas pemain. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni