RADARBONANG.ID – Permasalahan judi online atau judol masih menjadi salah satu tantangan serius di Indonesia.
Meski pemerintah terus memblokir ribuan situs perjudian digital setiap tahun, praktik tersebut tetap bermunculan kembali dengan domain baru serta metode transaksi yang semakin sulit dilacak.
Di tengah situasi tersebut, inovasi teknologi dari anak bangsa hadir sebagai harapan baru dalam memerangi praktik ilegal ini.
Tiga developer asal Indonesia berhasil menciptakan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengidentifikasi situs judi online sekaligus membongkar rekening yang digunakan bandar untuk menerima deposit pemain.
Teknologi tersebut diberi nama GambitHunter, sebuah sistem berbasis AI yang dirancang untuk menjelajah internet secara otomatis guna mencari, menganalisis, dan mengumpulkan bukti terkait aktivitas perjudian digital.
Proyek ini dikembangkan oleh tiga programmer muda Indonesia yakni Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry.
Berkat inovasi tersebut, tim mereka bahkan berhasil meraih juara kedua dalam ajang OpenAI Codex Hackathon yang digelar di Singapura.
AI Pemburu Situs Judi Online
GambitHunter dirancang bekerja melalui dua tahapan utama yang saling terintegrasi.
Tahap pertama adalah eksplorasi dan identifikasi situs. Pada tahap ini, sistem AI akan menjelajah berbagai sumber di internet untuk menemukan situs yang dicurigai sebagai platform judi online.
AI agent yang digunakan dalam sistem ini akan mengumpulkan sebanyak mungkin daftar situs yang mencurigakan.
Setelah itu, model AI akan melakukan analisis untuk menentukan apakah situs tersebut benar-benar merupakan platform perjudian digital atau hanya situs biasa.
Untuk melakukan proses klasifikasi ini, tim pengembang memanfaatkan model kecerdasan buatan yang mampu membaca struktur konten situs, pola bahasa, hingga elemen tertentu yang sering muncul pada halaman judi online.
Dengan pendekatan ini, AI mampu memilah situs mana yang benar-benar terlibat dalam aktivitas perjudian daring secara otomatis tanpa perlu pengecekan manual satu per satu.
Mengungkap Jalur Transaksi Bandar
Setelah sebuah situs teridentifikasi sebagai platform judi online, sistem GambitHunter akan memasuki tahap kedua, yaitu ekstraksi data transaksi.
Di tahap ini, AI mencoba menemukan informasi penting terkait mekanisme pembayaran yang digunakan bandar.
Biasanya, situs judi menyediakan sejumlah rekening bank atau nomor ponsel yang dipakai untuk menerima setoran dari pemain.
AI kemudian menelusuri halaman pembayaran dan berupaya mengekstrak informasi tersebut secara otomatis.
Bahkan dalam beberapa kasus, sistem dapat membuat akun dummy untuk menelusuri proses deposit hingga menemukan rekening yang digunakan.
Melalui metode tersebut, GambitHunter dapat mengumpulkan berbagai bukti penting seperti nomor rekening bank, nomor ponsel, hingga gambar bukti transaksi yang ditampilkan di halaman pembayaran situs judi online.
Pendekatan ini dinilai sangat efektif karena meskipun situs judi online sering berganti domain untuk menghindari pemblokiran, rekening pembayaran yang digunakan biasanya lebih sulit diganti dalam waktu cepat.
Terinspirasi Dampak Judi Online
Ide pembuatan GambitHunter muncul dari keresahan para pengembang terhadap dampak judi online yang semakin luas di masyarakat.
Salah satu pengembang, Steven Sukma Limanus, mengaku mulai menyadari besarnya persoalan ini setelah membaca berbagai laporan tentang kerugian ekonomi akibat judi online.
Sementara itu, Reynaldo Wijaya Hendry mengatakan dirinya juga sering mendengar cerita dari lingkungan sekitar tentang keluarga atau teman yang terjerat utang karena kecanduan judi digital.
Pengalaman tersebut mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat untuk membantu mengatasi persoalan sosial yang nyata di masyarakat.
Potensi AI untuk Membantu Penegakan Hukum
Bagi tim pengembang, GambitHunter bukan sekadar eksperimen teknologi. Sistem ini berpotensi menjadi alat bantu bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi terhadap jaringan perjudian digital secara lebih cepat dan efisien.
Dengan kemampuan AI yang mampu menjelajah internet secara otomatis dan mengumpulkan bukti dalam skala besar, proses pelacakan aktivitas ilegal di dunia maya bisa dilakukan dengan jauh lebih sistematis.
Ke depan, pendekatan berbasis AI seperti GambitHunter diperkirakan akan semakin banyak digunakan untuk memerangi berbagai bentuk kejahatan siber, mulai dari penipuan digital, pencucian uang, hingga jaringan perjudian ilegal lintas negara.
Inovasi ini juga menunjukkan bahwa talenta teknologi Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan solusi nyata bagi berbagai masalah sosial di era digital.
Editor : Muhammad Azlan Syah