RADARBONANG.ID – Tren video yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) semakin membanjiri internet.
Teknologi ini memungkinkan siapa pun membuat video hanya dari teks atau gambar, tanpa perlu proses produksi yang rumit.
Namun di balik popularitas tersebut, minat pengguna terhadap beberapa platform AI video mulai menunjukkan tanda penurunan.
Situasi ini mendorong OpenAI untuk menyiapkan langkah baru. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu dikabarkan berencana mengintegrasikan model pembuat video berbasis AI miliknya, Sora, langsung ke dalam aplikasi ChatGPT.
Laporan dari The Information menyebutkan bahwa integrasi tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan pengguna Sora sekaligus meningkatkan aktivitas pengguna di dalam ekosistem ChatGPT.
Baca Juga: TikTok Hadirkan Fitur Putar Lagu Penuh Lewat Integrasi dengan Apple Music
Saat ini, ChatGPT disebut telah memiliki sekitar 900 juta pengguna aktif setiap minggu di seluruh dunia.
Dengan menambahkan kemampuan pembuatan video berbasis AI, jumlah pengguna tersebut diperkirakan berpotensi meningkat lebih jauh, bahkan mendekati satu miliar pengguna aktif.
Langkah ini juga menjadi strategi OpenAI untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan teknologi AI generatif yang semakin ketat.
Sora Pernah Jadi Sorotan
Model Sora pertama kali diperkenalkan oleh OpenAI sebagai aplikasi mandiri pada September tahun lalu, bersamaan dengan peluncuran pembaruan model Sora generasi kedua.
Teknologi ini mampu menghasilkan video realistis dari perintah teks sederhana atau dari materi visual tertentu. Dengan kata lain, pengguna cukup menuliskan deskripsi adegan, lalu sistem AI akan membuat video sesuai instruksi tersebut.
Saat pertama kali diluncurkan, Sora langsung menjadi perbincangan di dunia teknologi. Banyak kreator digital, pembuat konten, hingga industri kreatif tertarik mencoba teknologi ini karena dapat mempercepat proses produksi video.
Namun seiring waktu, laporan terbaru menunjukkan bahwa antusiasme pengguna terhadap aplikasi mandiri Sora mulai menurun.
Hal ini diduga terjadi karena semakin banyaknya platform AI serupa yang bermunculan serta tingginya biaya komputasi untuk menghasilkan video berkualitas tinggi.
Dengan memasukkan Sora ke dalam ChatGPT, OpenAI berharap teknologi tersebut bisa kembali menarik perhatian pengguna dalam skala yang lebih luas.
Aplikasi Mandiri Tetap Tersedia
Meski akan diintegrasikan dengan ChatGPT, aplikasi mandiri Sora disebut tidak akan dihentikan. Pengguna tetap dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut secara terpisah seperti sebelumnya.
Integrasi ini lebih ditujukan untuk mempermudah akses bagi pengguna ChatGPT yang ingin mencoba membuat video AI tanpa perlu berpindah aplikasi.
Dengan demikian, pengalaman penggunaan AI di dalam ChatGPT akan menjadi lebih lengkap, mulai dari membuat teks, gambar, hingga video dalam satu platform yang sama.
Tantangan Biaya Komputasi
Meski menjanjikan dari sisi inovasi, integrasi Sora ke dalam ChatGPT juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal biaya operasional.
Teknologi pembuatan video berbasis AI membutuhkan daya komputasi yang sangat besar. Saat ini, OpenAI diketahui mematok tarif sekitar 0,10 dolar AS per detik untuk menghasilkan video beresolusi 720p menggunakan Sora.
Jika fitur tersebut digunakan oleh jutaan pengguna ChatGPT secara bersamaan, beban komputasi yang harus ditanggung perusahaan diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Untuk mengatasi hal tersebut, OpenAI kemungkinan akan menerapkan skema monetisasi tambahan.
Baca Juga: Google Maps Kini Bisa Cari Tempat Ngecas HP Terdekat Berkat Integrasi AI Gemini
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah sistem pembelian kredit, di mana pengguna dapat membeli kuota tambahan setelah batas pembuatan video mereka habis.
Skema semacam ini sudah lazim digunakan pada berbagai layanan AI generatif yang membutuhkan sumber daya komputasi besar.
Meski begitu, hingga saat ini OpenAI belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana integrasi Sora ke dalam ChatGPT.
Jika rencana tersebut benar-benar terealisasi, langkah ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan AI generatif, sekaligus memperluas penggunaan teknologi video AI dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Muhammad Azlan Syah