RADARBONANG.ID – Aplikasi navigasi digital Google Maps kembali menghadirkan inovasi baru. Platform pemetaan populer itu kini semakin cerdas setelah terintegrasi lebih dalam dengan teknologi kecerdasan buatan Gemini.
Melalui fitur terbaru bernama Ask Maps, pengguna kini bisa mengajukan pertanyaan langsung di dalam aplikasi, termasuk mencari tempat untuk mengecas ponsel terdekat dari lokasi mereka.
Dengan teknologi AI tersebut, Google Maps tidak lagi sekadar menampilkan peta atau daftar lokasi. Aplikasi ini mulai berubah menjadi asisten perjalanan digital yang mampu memahami kebutuhan pengguna secara lebih spesifik.
Fitur Ask Maps Bikin Pencarian Lebih Cerdas
Fitur Ask Maps memungkinkan pengguna mengetik pertanyaan secara natural, layaknya berbicara dengan asisten digital.
Sebagai contoh, seseorang dapat menanyakan tempat makan vegetarian yang nyaman untuk empat orang pada jam tertentu.
Sistem AI kemudian akan memproses permintaan tersebut dan menampilkan rekomendasi yang relevan.
Manajer produk Google, Andrew Duchi, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk membuat pengalaman menjelajah lebih praktis.
"Ini dipersonalisasi untuk Anda dan memungkinkan Anda mengubah rencana menjadi tindakan," kata Duchi, dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir The Verge, Jumat (13/3).
Ia juga menambahkan filosofi sederhana di balik fitur ini:"Kurangi scroll layar, perbanyak berjalan-jalan."
AI Analisis Ulasan, Foto, dan Riwayat Pengguna
Dengan bantuan Gemini, permintaan pengguna tidak hanya diterjemahkan secara sederhana.
Sistem akan menganalisis berbagai sumber data di dalam Google Maps, termasuk:
- ulasan pengguna
- foto lokasi
- tempat yang pernah dikunjungi
- lokasi yang disimpan sebagai favorit
Teknologi ini memungkinkan Maps memberikan rekomendasi yang lebih relevan dibandingkan pencarian konvensional.
Sebagai contoh, ketika seseorang mencari tempat ngecas HP, sistem dapat menampilkan kafe, co-working space, atau area publik yang dikenal menyediakan fasilitas tersebut.
PersonalisasiBerdasarkan Aktivitas di Maps
Menurut Vice President sekaligus General Manager Google Maps, Miriam Daniel, respons yang dihasilkan Gemini sangat bergantung pada data yang ada di dalam Maps.
Artinya, AI hanya menggunakan informasi dari aktivitas pengguna di Maps atau pencarian yang relevan di Google.
Hal penting lainnya, sistem ini tidak mengambil data dari aplikasi lain seperti Gmail, sehingga tetap menjaga batasan privasi pengguna.
Google Bantah Rekomendasi Berbayar
Di tengah berkembangnya fitur AI dalam platform digital, muncul kekhawatiran bahwa perusahaan bisa saja memprioritaskan lokasi tertentu yang membayar lebih.
Namun Andrew Duchi menegaskan bahwa saat ini sistem rekomendasi di Ask Maps tidak dipengaruhi oleh pembayaran dari bisnis tertentu.
Ia juga membantah adanya rencana jangka pendek untuk menampilkan lokasi berbayar secara lebih menonjol dalam hasil rekomendasi.
Meski demikian, Duchi tidak berspekulasi mengenai kemungkinan model monetisasi di masa depan.
Google Maps Berubah Jadi Asisten Perjalanan Digital
Integrasi Gemini menunjukkan arah baru perkembangan Google Maps.
Aplikasi ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga menjadi asisten digital yang memahami konteks kebutuhan pengguna—mulai dari mencari restoran, tempat nongkrong, hingga lokasi sederhana seperti tempat mengecas ponsel.
Dengan kemampuan AI yang semakin berkembang, bukan tidak mungkin di masa depan Google Maps dapat merencanakan seluruh aktivitas perjalanan seseorang hanya dari satu pertanyaan sederhana. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah