RADARBONANG.ID – Sebutan sebagai penguasa jagat internet kerap disematkan kepada Google.
Julukan tersebut tidak muncul tanpa alasan, karena sebagian besar aktivitas masyarakat di dunia digital hampir selalu bersinggungan dengan layanan milik perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang memanfaatkan berbagai produk Google untuk mempermudah aktivitas.
Mulai dari Google Search untuk mencari informasi di internet, Google Maps sebagai penunjuk arah dan peta lokasi, Gmail untuk berkirim surat elektronik, hingga Google Photos yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan foto serta video secara daring.
Baca Juga: Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah Sudah Ditetapkan, Ini Penjelasan Metode Hisab dan Tanggal Pastinya
Kemudahan yang diberikan oleh berbagai layanan tersebut memang membuat aktivitas digital menjadi jauh lebih praktis.
Namun di balik kemudahan itu, terdapat konsekuensi lain yang sering kali tidak disadari oleh para pengguna, yakni terbentuknya jejak digital.
Jejak Digital yang Terus Terekam
Setiap aktivitas yang dilakukan di layanan Google pada dasarnya akan meninggalkan rekam jejak data.
Data ini kemudian dikumpulkan dan dianalisis oleh sistem untuk memahami kebiasaan serta preferensi pengguna.
Bagi industri periklanan digital, kumpulan data tersebut merupakan aset yang sangat berharga.
Informasi tersebut memungkinkan perusahaan untuk menyusun profil pengguna secara lebih detail, mulai dari minat, kebiasaan, hingga pola perilaku di internet.
Melalui data tersebut, iklan yang muncul pada perangkat pengguna dapat disesuaikan dengan minat atau kebutuhan mereka.
Itulah sebabnya seseorang sering melihat iklan yang berkaitan dengan produk yang sebelumnya pernah dicari atau dilihat secara online.
Menariknya, proses pengumpulan data ini tidak selalu berhenti meskipun pengguna telah mematikan fitur tertentu seperti riwayat lokasi.
Google tetap dapat mengumpulkan sebagian informasi dari aktivitas lain yang dilakukan melalui layanannya.
Cara Menghentikan Pelacakan Aktivitas Google
Bagi pengguna yang merasa tidak nyaman dengan praktik pelacakan data tersebut, Google sebenarnya menyediakan opsi untuk menghentikan pemantauan aktivitas secara otomatis.
Mengutip laporan CNET, berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghentikan pelacakan aktivitas di akun Google:
- Masuk atau login ke akun Google yang Anda gunakan.
- Buka menu Kelola Akun Google Anda (Manage Your Google Account).
- Pilih bagian Privasi & Personalisasi.
- Klik menu Kelola Data & Personalisasi Anda.
- Gulir ke bawah hingga menemukan bagian Kontrol Aktivitas.
- Pilih opsi Kelola Kontrol Aktivitas Anda.
- Pada kolom Aktivitas Web & Aplikasi, geser tombol toggle untuk menonaktifkannya.
- Setelah itu akan muncul notifikasi konfirmasi, lalu tekan tombol Jeda (Pause).
Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, sistem pelacakan aktivitas baru dari Google akan berhenti berjalan.
Namun perlu diketahui, tindakan ini hanya menghentikan pengumpulan data baru. Data lama yang sebelumnya telah tersimpan di sistem Google tidak otomatis terhapus.
Dampak Jika Pelacakan Dimatikan
Ketika fitur pelacakan aktivitas dimatikan, pengguna mungkin akan merasakan beberapa perubahan dalam pengalaman berselancar di internet.
Salah satunya adalah iklan yang muncul tidak lagi terlalu relevan dengan minat pribadi. Selain itu, saran pencarian yang ditampilkan oleh mesin pencari juga bisa menjadi kurang spesifik dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, langkah ini tetap dapat menjadi upaya preventif untuk menjaga privasi digital di masa depan.
Jenis Data Pribadi yang Dikumpulkan Google
Melalui berbagai layanan yang dimilikinya, Google biasanya menyimpan sejumlah informasi terkait pengguna, di antaranya:
- Identitas dasar seperti nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir
- Nomor telepon pribadi
- Riwayat pencarian di Google
- Daftar situs web yang pernah dikunjungi
- Preferensi pribadi seperti hobi, olahraga, atau makanan favorit
- Informasi lokasi kerja
- Alamat tempat tinggal
- Riwayat video yang ditonton di YouTube
Cara Melihat Data yang Disimpan Google
Pengguna juga dapat memeriksa data apa saja yang telah dikumpulkan oleh Google dari aktivitas mereka.
Baca Juga: Sering Disalahartikan, Ini Penjelasan Sebenarnya tentang Stok BBM 20 Hari di Indonesia
Pertama, pengguna dapat melihat kategori iklan yang diminati melalui menu Kelola Setelan Iklan di akun Google.
Pada halaman tersebut akan terlihat berbagai topik iklan yang dianggap sesuai dengan minat pengguna, termasuk estimasi usia dan jenis kelamin.
Kedua, pengguna dapat memeriksa riwayat lokasi melalui fitur Riwayat Lokasi Google.
Pada halaman ini akan terlihat peta yang menampilkan titik-titik lokasi yang pernah dikunjungi dan tersimpan dalam basis data Google Maps.
Ketiga, pengguna juga dapat meninjau riwayat aktivitas di YouTube, termasuk video yang pernah ditonton maupun pencarian yang dilakukan di platform tersebut.
Dengan memahami jenis data yang dikumpulkan serta cara mengelolanya, pengguna dapat lebih bijak dalam menjaga keamanan dan privasi digital saat menggunakan layanan internet sehari-hari.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah