RADARBONANG.ID – Bank Indonesia (BI) secara resmi meminta para pengguna iPhone di Indonesia untuk bersabar terkait belum tersedianya fitur QRIS Tap di perangkat mereka.
Di saat pengguna Android sudah bisa menikmati kemudahan transaksi nirsentuh tersebut, Apple user memang masih harus menunggu proses integrasi yang tengah dibahas.
Bank Indonesia memastikan bahwa komunikasi dengan pihak Apple terus berjalan.
Bahkan, manajemen Apple, baik dari kantor perwakilan Indonesia maupun jajaran kantor pusat, telah melakukan kunjungan resmi ke Bank Indonesia guna mendiskusikan implementasi teknologi QRIS Tap dalam ekosistem iOS.
Baca Juga: Sony Siapkan Solusi Radikal agar Game AAA Tak Perlu Unduh Ratusan GB
Apple Lakukan Pendalaman Integrasi
Dalam pertemuan tersebut, pihak Apple menyatakan komitmen untuk melakukan studi dan pendalaman lebih lanjut terkait integrasi QRIS Tap.
Proses ini dinilai penting mengingat sistem pembayaran digital harus memenuhi standar keamanan global sekaligus regulasi lokal.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Fillianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa saat ini Apple memang belum membuka akses fitur Near Field Communication (NFC) secara luas kepada pengembang lokal di Indonesia.
“Pengguna iPhone diharapkan dapat menunggu proses yang sedang berjalan,” ujarnya dalam sesi pemaparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (19/2).
Menurut Fillianingsih, kedatangan perwakilan Apple ke Bank Indonesia bertujuan untuk menjajaki kemungkinan pembukaan akses NFC agar kompatibel dengan sistem QRIS Tap yang telah dikembangkan dan digunakan secara luas di Indonesia.
Kendala Bukan pada Perangkat, Tapi Kebijakan
Secara spesifikasi perangkat keras, iPhone generasi terbaru sebenarnya telah dibekali chip NFC yang mumpuni untuk mendukung sistem pembayaran nirsentuh. Artinya, dari sisi teknologi, perangkat tersebut sudah siap.
Namun, kendala utama saat ini lebih bersifat administratif dan kebijakan internal global Apple. Akses terhadap sensor NFC di perangkat iOS masih dibatasi untuk aplikasi tertentu, sehingga integrasi QRIS Tap belum bisa dilakukan secara terbuka seperti pada ekosistem Android.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan pembayaran digital yang sangat pesat.
Adopsi QRIS Tap Terus Melonjak
Di sisi lain, tren penggunaan QRIS Tap menunjukkan pertumbuhan signifikan. Layanan ini kini telah merambah berbagai sektor, mulai dari transportasi publik, pusat perbelanjaan, hingga industri perhotelan dan restoran.
Khusus di sektor hospitality, transaksi QRIS Tap telah mencapai 475 ribu transaksi dengan pertumbuhan positif sebesar 7,9 persen secara month to month (mtm).
Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap metode pembayaran yang cepat, praktis, dan tanpa sentuh.
Perkembangan ini tentu membuat sebagian pengguna iPhone merasa tertinggal dibandingkan pengguna Android yang sudah lebih dulu menikmati kemudahan tersebut.
Diminta Tetap Tenang dan Bersabar
Bank Indonesia menegaskan bahwa proses dialog masih berlangsung dan menunjukkan sinyal positif.
Meski belum ada tenggat waktu pasti, komunikasi yang intens antara regulator dan Apple menjadi indikasi bahwa peluang integrasi tetap terbuka.
Bagi para pengguna setia Apple di Indonesia, kabar ini bisa menjadi angin segar. Setidaknya, ada komitmen resmi dari kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik.
Untuk sementara waktu, pengguna iPhone masih harus menggunakan metode QRIS berbasis scan seperti biasa.
Namun jika proses integrasi NFC berhasil, bukan tidak mungkin pengalaman pembayaran digital di perangkat iOS akan semakin cepat dan praktis.
Jadi, tak perlu iri dengan pengguna Android. Tinggal tunggu waktu—QRIS Tap di iPhone mungkin hanya soal proses dan kebijakan yang sedang dimatangkan.
Editor : Muhammad Azlan Syah