RADARBONANG.ID - Di tengah dominasi perangkat audio True Wireless Stereo (TWS) yang praktis tanpa kabel, tren earphone kabel justru kembali mencuat di kalangan pengguna gadget.
Fenomena ini terlihat bukan karena teknologi baru melampaui TWS, tetapi lebih karena perubahan gaya hidup, preferensi suara, dan nilai praktis yang tidak bisa diabaikan.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir hampir setiap produsen elektronik berfokus pada pengembangan earbud nirkabel dengan fitur mutakhir seperti peredam bising (ANC), koneksi Bluetooth yang semakin stabil, dan desain kompak tanpa kabel.
Baca Juga: Mainan Tak Lagi Harus Dibeli: Bisnis Rental Mainan Anak Diam-diam Jadi Ladang Cuan Baru
Namun, kabar terbaru menunjukkan earphone berkabel malah ramai digunakan kembali oleh berbagai kelompok usia, dari pecinta audio hingga selebritas.
Trend Retro yang Diusung Atlet dan Selebriti
Salah satu faktor utama kebangkitan earphone kabel adalah pengaruh gaya hidup para atlet dan figur publik.
Para pemain NBA seperti Anthony Edwards dan Steph Curry serta pesepakbola ternama Cristiano Ronaldo sering terlihat memakai earphone kabel saat hendak berangkat latihan atau pertandingan.
Gaya ini kemudian diikuti oleh selebriti global lainnya, seperti Harry Styles, Zendaya, dan Bella Hadid, yang mempopulerkan penggunaan earphone kabel sebagai bagian dari fashion everyday look.
Fenomena ini menunjukkan bahwa earphone kabel kini bukan sekadar alat audio, tetapi juga aksesori gaya hidup yang membawa nuansa retro dan otentik.
Kabel yang dulu dianggap usang kini justru menjadi statement visual karena tampilannya yang “vintage” dan berbeda dari dominasi TWS modern.
Kualitas Suara dan Latensi yang Tetap Dicari
Selain aspek gaya, banyak pengguna yang masih memilih earphone kabel karena alasan kualitas suara dan latensi rendah.
Berbeda dengan TWS yang mengirimkan audio lewat Bluetooth dan mengalami kompresi data tertentu, earphone kabel mentransmisikan sinyal audio tanpa kompresi digital, sehingga memberikan kualitas suara yang lebih jernih dan detail tanpa delay yang berarti — terutama penting bagi penggemar musik dan gamer.
Dalam konteks suara, kabel memungkinkan rentang dinamis audio yang lebih luas dan pemutaran tanpa gangguan dari sinyal radio atau interferensi Bluetooth.
Hal ini membuat earphone kabel tetap jadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari pengalaman audio yang lebih solid meskipun teknologi nirkabel terus berkembang.
Kepraktisan Tanpa Harus Isi Ulang
Alasan praktis lainnya adalah tidak adanya kebutuhan pengisian daya.
Berbeda dengan earbud TWS yang perlu sering diisi ulang — dan kapasitas baterainya menurun seiring waktu — earphone kabel siap dipakai kapan saja selama perangkat sumber punya daya.
Ini berarti pengguna tidak perlu khawatir soal waktu pakai atau baterai habis di tengah penggunaan.
Banyak orang menyebut bahwa “one less thing to charge” menjadi alasan kuat kembali menggunakan earphone kabel.
Selain itu kabel juga meminimalisir risiko kehilangan komponen kecil, yang sering menjadi masalah pada perangkat TWS.
Harga Lebih Terjangkau dan Tahan Lama
Earphone kabel juga seringkali lebih terjangkau secara harga dibandingkan TWS berkualitas tinggi.
Sementara TWS dengan fitur lengkap bisa dibanderol ratusan hingga jutaan rupiah, earphone kabel berkualitas bisa didapat di harga jauh lebih rendah, bahkan beberapa model menawarkan hasil audio yang sebanding.
Karena tidak memiliki baterai internal dan sistem nirkabel kompleks, earphone kabel pada umumnya juga lebih mudah diperbaiki atau diganti komponennya — berbeda dengan TWS yang baterainya tidak bisa diganti dan jika rusak harus diganti keseluruhan.
Baca Juga: Bukan Cuma Nikmat, Ini 4 Resep Takjil Durian yang Cocok Dijadikan Menu Jualan Selama Ramadan
Tren yang Terus Berlanjut
Meski TWS tetap mendominasi pasar perangkat audio secara global, tren earphone kabel menunjukkan bahwa preferensi konsumen tidak selalu mengikuti tren teknologi semata.
Elemen gaya hidup, kualitas audio, kenyamanan praktis, serta nilai ekonomis memainkan peran penting dalam pilihan tersebut.
Beberapa pakar tren digital bahkan menyebut penggunaan earphone kabel sebagai bagian dari “gerakan sederhana dan antiteknologi hipermodern” – sebuah preferensi yang lahir dari kelelahan terhadap kecanggihan yang terlalu kompleks.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah