RADARBONANG.ID – Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang, dengan potensi nilai ekonomi mencapai sekitar USD 600 miliar pada 2030.
Proyeksi ini muncul di tengah percepatan pertumbuhan teknologi digital, e-commerce, dan layanan daring yang kian berkembang di Tanah Air serta dukungan dari berbagai pelaku industri digital.
Peluang besar ini menjadi salah satu sorotan utama dalam dunia bisnis dan teknologi ketika platform seperti Tokopedia dan TikTok Shop kembali menggelar Indonesia Summit 2026 pada akhir Januari lalu.
Baca Juga: PS Move ke Dunia Online: Kenapa Game Live-Service Bikin Pemain Betah Main Berjam-jam
Acara yang berlangsung di Jakarta ini menghadirkan ribuan pelaku usaha serta konten kreator yang menunjukkan tren kuat digitalisasi dan perdagangan online yang makin dominan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Proyeksi Nilai Pasar Digital yang Menggeliat
Menurut laporan proyeksi terbaru, ekonomi digital Indonesia bisa menyumbang sekitar 8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2030, dengan nominal angka yang mengarah ke sekitar USD 600 miliar atau setara dengan ribuan triliun rupiah.
Perkembangan ini mencerminkan peran digitalisasi yang semakin penting dalam perekonomian Indonesia dan kemungkinan menempatkan negara ini sebagai pusat pasar digital terbesar di kawasan ASEAN.
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia didukung oleh meningkatnya konsumsi digital masyarakat, ekspansi e-commerce, layanan keuangan digital (fintech), serta konten dan perdagangan melalui video dan media sosial.
Digitalisasi telah mengubah perilaku konsumen, dari sekadar belanja online hingga penggunaan aplikasi untuk berbagai layanan sehari-hari.
E-Commerce dan Video Commerce sebagai Motor Pertumbuhan
Salah satu pendorong utama pertumbuhan digital Indonesia adalah sektor e-commerce.
Nilai gross merchandise value (GMV) atau total nilai transaksi bruto diperkirakan tumbuh dua digit setiap tahunnya, dan Indonesia diperkirakan menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.
Peran video commerce — yakni transaksi yang dilakukan lewat konten video singkat dan live streaming — semakin menonjol, bahkan mencatat pertumbuhan transaksi hingga dua digit secara tahunan.
Pergeseran perilaku belanja dari pencarian produk biasa ke pengalaman berbelanja lewat konten visual ini menjadi faktor strategis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar digital unggulan.
Selain itu, jumlah toko daring yang terdaftar di platform digital terus meningkat, mencerminkan ekspansi pelaku usaha digital di Indonesia.
Peran UMKM dan Konten Kreator dalam Ekosistem Digital
Fenomena ini juga membuka kesempatan besar bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) serta konten kreator untuk ikut memanfaatkan platform digital.
Selama 2025, misalnya, puluhan ribu pengajuan akun penjual telah ditinjau dan disaring di berbagai platform agar memenuhi standar kualitas, serta jutaan produk telah melalui proses pengawasan sebelum tampil untuk pembeli online.
Hal ini membantu menciptakan pengalaman belanja yang aman dan kredibel bagi konsumen.
UMKM yang sebelumnya hanya menjalankan usaha secara tradisional kini ikut menikmati peluang di ekosistem digital, mulai dari fashion hingga produk rumah tangga.
Banyak pelaku usaha yang berhasil meningkatkan omzet secara signifikan karena kemampuan menjangkau konsumen lebih luas dan interaksi yang lebih intens lewat strategi konten dan affiliate marketing.
Tantangan dan Langkah Ke Depan
Meski proyeksi pertumbuhan digital Indonesia sangat positif, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi.
Infrastruktur digital seperti jaringan internet cepat dan pusat data yang memadai menjadi kunci agar pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Selain itu, peningkatan keterampilan kerja digital dan keamanan data juga menjadi fokus penting agar kapasitas pasar ini dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kualitas layanan dan perlindungan konsumen.
Pemerintah dan sektor swasta telah memperkuat kolaborasi untuk memperluas cakupan ekonomi digital, termasuk melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi global untuk membangun ekosistem digital yang lebih matang di Indonesia.
Baca Juga: Silent Treatment: Diam yang Terlihat Dewasa, tapi Diam-Diam Merusak Hubungan
Hal ini menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai pasar konsumen terbesar, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan transformasi digital di Asia Tenggara.
Indonesia di Radar Global
Proyeksi pasar digital terbesar ini juga menarik perhatian global. Nilai transaksi digital di Indonesia diprediksi meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan, baik dari segi nilai transaksi maupun kontribusi terhadap PDB.
Kesadaran ini mendorong pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan untuk terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi digital dalam skala nasional maupun regional.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah