Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Huawei Rebut Tahta Smartphone China, Apple Kehilangan Cengkeraman di Pasar Paling Menguntungkan

Tulus Widodo • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:45 WIB
ilustrasi
ilustrasi

RADARBONANG.ID – Untuk pertama kalinya sejak 2020, peta kekuatan pasar smartphone China bergeser secara nyata. Bukan lagi Apple yang memimpin arus uang, melainkan Huawei.

Di pasar terbesar dunia, kemenangan ini bukan sekadar soal peringkat, tetapi tentang siapa yang kini menguasai sumber duit industri ponsel pintar.

Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC)-dilansir dari CNBC Indonesia, Huawei menutup 2025 sebagai pemimpin pasar smartphone China dengan pangsa 16,4 persen atau pengapalan 46,7 juta unit.

Angka itu cukup untuk menyalip Apple yang berada tepat di bawahnya dengan 16,2 persen.Tipis, tetapi bermakna besar.

Kemenangan yang Lama Ditunggu

Bagi Huawei, capaian ini bukan kemenangan musiman. Ini adalah kemenangan penuh pertama dalam satu tahun kalender sejak perusahaan tersebut dihantam sanksi Amerika Serikat.

Kembalinya Huawei ke puncak menjadi simbol perubahan arah industri smartphone China.

IDC menilai kebangkitan ini ditopang oleh kombinasi strategis: kembalinya teknologi 5G, penggunaan chip Kirin buatan dalam negeri, serta penguatan lini premium melalui seri Mate dan Pura.

Kapasitas produksi chip domestik yang kian matang menjadi fondasi utama lonjakan tersebut.

Apple Masih Kuat, Tapi Tak Lagi Dominan

Apple belum benar-benar tumbang. Penjualan seri iPhone 17 menjaga perusahaan tetap kompetitif.

Bahkan, pada kuartal IV 2025, Apple sempat memimpin pasar dengan pangsa 21 persen dan menjadi nomor satu pada periode tersebut.

Namun, dominasi musiman itu tak cukup untuk menahan pergeseran tahunan. Di pasar China, kekuatan kini tidak hanya ditentukan oleh merek global.

Tetapi juga oleh kedekatan dengan ekosistem manufaktur lokal dan kemampuan mengamankan pasokan chip.

Sederhananya, uang yang selama ini mengalir ke iPhone kini mulai terbagi.

Merek Lokal Menguat, Honor Terpental

Di bawah Huawei dan Apple, Vivo bertahan di posisi ketiga, disusul Xiaomi dan Oppo.

Sementara itu, Honor harus keluar dari lima besar—sebuah sinyal bahwa persaingan domestik semakin brutal, bahkan bagi merek lokal sekalipun.

Ironisnya, pertarungan sengit ini terjadi di pasar yang justru menyusut. Sepanjang 2025, pengapalan smartphone China turun 0,6 persen secara tahunan menjadi sekitar 285 juta unit.

2026: Medan Pertempuran Lebih Berat

Tekanan biaya menjadi ancaman nyata. Harga chip memori dan ongkos produksi yang meningkat memaksa produsen menaikkan harga atau menunda peluncuran produk. Siklus upgrade konsumen pun melambat.

Para analis memperkirakan tantangan 2026 akan lebih keras. Kompetisi makin padat, biaya makin mahal, dan ruang tumbuh semakin sempit.

Bagi Huawei, mempertahankan posisi puncak akan jauh lebih sulit daripada merebutnya.

Satu hal sudah jelas: di pasar smartphone China, Apple tak lagi sendirian menguasai sumber uang. Dan Huawei kini kembali duduk di kursi paling panas. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Huawei Kirin 5G #Huawei vs Apple #pasar smartphone China #huawei #Apple kalah di China #industri smartphone China