Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Restrukturisasi Awal Tahun, Ubisoft Pangkas Puluhan Karyawan di Abu Dhabi

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 18 Januari 2026 | 10:25 WIB

Ubisoft kembali melakukan PHK pada puluhan karyawannya di Abu Dhabi.
Ubisoft kembali melakukan PHK pada puluhan karyawannya di Abu Dhabi.

RADARBONANG.ID – Awal tahun 2026 menjadi periode yang berat bagi sebagian karyawan Ubisoft.

Perusahaan gim asal Prancis tersebut kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), kali ini menimpa studio Ubisoft Abu Dhabi.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda restrukturisasi internal yang sudah digulirkan perusahaan sejak akhir 2025.

Puluhan Karyawan Terdampak Restrukturisasi

Ubisoft mengonfirmasi bahwa puluhan posisi di Ubisoft Abu Dhabi harus dilepas.

Baca Juga: Nggak Harus Sempurna: Pola Hidup Sehat Versi Anak Zaman Sekarang

Meski perusahaan tidak merinci jumlah pasti karyawan yang terdampak, skala pemangkasan ini dinilai cukup signifikan bagi studio regional tersebut.

Kabar PHK ini pertama kali terungkap ke publik melalui unggahan mantan karyawan di LinkedIn.

Sejumlah eks staf membagikan pesan perpisahan, ucapan terima kasih, serta refleksi atas perjalanan karier mereka selama bekerja di Ubisoft Abu Dhabi.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu diskusi di kalangan industri gim global.

Peran Strategis Ubisoft Abu Dhabi

Ubisoft Abu Dhabi bukanlah studio kecil dalam ekosistem Ubisoft. Didirikan pada 2011, studio ini berperan sebagai pusat pengembangan regional, terutama untuk gim berbasis mobile.

Selama lebih dari satu dekade, studio ini telah berkontribusi pada sejumlah judul populer.

Beberapa proyek yang pernah ditangani Ubisoft Abu Dhabi antara lain Growtopia, gim sandbox multiplayer yang memiliki basis pemain global, serta CSI: Hidden Crimes, gim mobile yang cukup sukses di masanya.

Studio ini juga dikenal sebagai tempat lahirnya talenta-talenta muda di kawasan Timur Tengah.

Bukan Kasus Terisolasi

PHK di Abu Dhabi bukanlah kejadian tunggal. Dalam beberapa bulan terakhir, Ubisoft tercatat telah menutup sejumlah studio kecil dan melakukan pemangkasan karyawan di berbagai wilayah, termasuk Eropa dan Amerika Utara.

Perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi global untuk merampingkan struktur organisasi.

Biaya operasional yang terus meningkat, perubahan pola konsumsi pemain, serta tekanan finansial pascapandemi menjadi faktor yang mendorong kebijakan efisiensi ini.

Strategi Global dan Tekanan Industri

Industri gim global memang sedang berada dalam fase penyesuaian. Banyak perusahaan besar melakukan restrukturisasi demi menjaga keberlanjutan bisnis.

Ubisoft termasuk yang paling terdampak, terutama setelah beberapa judul besar mereka tidak mencapai target penjualan yang diharapkan.

Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menegaskan bahwa restrukturisasi bertujuan untuk memfokuskan sumber daya pada proyek-proyek inti dan meningkatkan efisiensi jangka panjang.

Namun, di sisi lain, langkah ini memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas kerja di industri kreatif.

Kontras dengan Pembentukan Vantage Studios

Menariknya, gelombang PHK ini terjadi tak lama setelah Ubisoft mengumumkan pembentukan anak perusahaan baru bersama raksasa teknologi asal China, Tencent. Entitas baru tersebut diberi nama Vantage Studios.

Vantage Studios disebut akan menaungi waralaba besar Ubisoft seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.

Ketiga IP tersebut dianggap sebagai aset paling bernilai dan relatif aman untuk menopang masa depan Ubisoft.

Langkah ini memunculkan kontras yang tajam: di satu sisi, Ubisoft memangkas tenaga kerja di beberapa studio regional, sementara di sisi lain memperkuat fokus pada waralaba unggulan melalui entitas baru.

Baca Juga: Oliver Glasner Pastikan Tinggalkan Crystal Palace di Akhir Musim, Terseret Rumor ke Manchester United

Dampak bagi Karyawan dan Industri

Bagi para karyawan yang terdampak, PHK ini tentu menjadi pukulan besar, terutama di awal tahun. Sementara bagi industri gim, langkah Ubisoft menjadi sinyal bahwa masa konsolidasi masih akan berlanjut.

Pengamat menilai, perusahaan-perusahaan gim ke depan akan semakin selektif dalam mengembangkan proyek baru, dengan fokus utama pada IP yang sudah terbukti menguntungkan.

Studio regional dan proyek eksperimental berpotensi menjadi pihak yang paling rentan terkena dampaknya.

Restrukturisasi Ubisoft di awal 2026 menjadi cerminan tantangan besar industri gim global: bertahan di tengah perubahan pasar, tekanan biaya, dan ekspektasi pemain yang terus berkembang. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Ubisoft PHK 2026 #Ubisoft Abu Dhabi #Vantage Studios #restrukturisasi Ubisoft #ubisoft Tencent #PHK industri game