RADARBONANG.ID - Bila rak-rak etalase di Akihabara mulai kosong, itu bukan sekadar soal penjualan laris. Ada sesuatu yang sedang tidak beres di jantung industri PC global.
Itulah sinyal yang kini muncul dari Jepang, ketika harga PC bekas melonjak dan toko-toko komputer justru agresif memburu unit lama milik konsumen.
Salah satu yang paling terbuka menyuarakan kondisi itu adalah Softmap Gaming. Lewat akun resmi di platform X, toko tersebut secara terbuka “memohon” pelanggan untuk menjual PC mereka.
“Sebagai bentuk bantuan, jika Anda membeli yang baru, mohon jual PC gaming Anda ke perusahaan kami,” tulis Softmap, sembari memamerkan foto rak yang nyaris kosong dilansir dari CNBC Indonesia.
Yang menarik, Softmap tidak memasang syarat ketat. Desktop gaming, laptop, hingga komputer non-gaming semua diterima.
Bahkan, mereka berani menjanjikan harga beli tinggi—sebuah langkah yang jarang terjadi di pasar perangkat bekas.
“Kami membelinya dengan harga yang cukup tinggi,” tegas pihak toko.
Langkah ini menegaskan satu hal: pasokan jauh lebih bermasalah ketimbang permintaan.
Efek Domino Krisis Memori
Akar masalahnya bukan sekadar tren belanja. Industri PC tengah dihantam krisis pasokan memori global, terutama RAM.
Lonjakan kebutuhan memori untuk pengembangan AI membuat produsen mengalihkan prioritas produksi, meninggalkan pasar konsumen umum dalam kondisi pincang.
Dampaknya langsung terasa di Jepang. Beberapa toko mulai membatasi pembelian komponen kelas atas.
TsukomoeX, misalnya, hanya memperbolehkan pembelian satu unit GPU per transaksi. Itu pun untuk kelas tertentu seperti GeForce RTX 5060 Ti 16 GB ke atas atau Radeon RX 9000 series.
Harga RAM Melonjak Tak Masuk Akal
Gejolak paling terasa ada di RAM generasi terbaru. Harga kit DDR5 melesat drastis dalam hitungan bulan.
Di Amazon, salah satu produk populer, Corsair Vengeance RGB DDR5-200 16GB, dipatok hingga US$235 atau sekitar Rp 3,9 juta.
Padahal, pada Oktober tahun lalu, harga normalnya hanya sekitar US$66. Lonjakan lebih dari tiga kali lipat ini bukan fluktuasi biasa, melainkan refleksi krisis pasokan yang akut.
PC Rakitan dan GPU Jadi Korban Berikutnya
Media teknologi internasional mulai memberi peringatan lanjutan. Harga PC rakitan diperkirakan menjadi korban berikutnya.
Disusul GPU dengan kapasitas VRAM besar yang kini menghadapi tekanan pasokan.
Bahkan, ada sinyal penundaan peluncuran GPU generasi baru. Bukan karena teknologi belum siap, melainkan karena rantai pasok memori tak mampu mengimbangi permintaan industri AI yang terus membengkak.
Pasar Bekas Jadi Penyangga Darurat
Di tengah situasi ini, pasar PC bekas berubah fungsi. Bukan lagi alternatif murah, melainkan penyangga darurat industri.
Toko-toko rela membeli mahal demi menjaga ketersediaan barang di etalase.
Fenomena di Jepang ini bisa menjadi gambaran awal untuk pasar global. Ketika teknologi mutakhir berebut sumber daya yang sama, konsumenlah yang pertama kali merasakan efeknya—melalui harga yang melonjak, pilihan yang menyempit, dan rak-rak kosong yang kini menjadi pemandangan baru di pusat teknologi dunia. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah