Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Asus ROG Guncang CES 2026: Laptop AI, Layar Ganda, dan Sentuhan Seni Kojima

Tulus Widodo • Rabu, 7 Januari 2026 | 16:05 WIB
ROG menandai 20 tahun kiprahnya di CES 2026 dengan inovasi AI dan kolaborasi artistik bersama Kojima Productions.
ROG menandai 20 tahun kiprahnya di CES 2026 dengan inovasi AI dan kolaborasi artistik bersama Kojima Productions.

RADARTUBAN – Dua dekade bukan usia pendek di industri yang bergerak secepat dunia gaming. Di panggung CES 2026 di Las Vegas, Asus Republic of Gamers (ROG) menegaskan satu pesan: ROG belum kehabisan ide, dan belum berniat melambat.

Melalui acara virtual Dare to Innovate-seperti dilansir dari JawaPos.com, ROG merayakan 20 tahun eksistensinya bukan dengan nostalgia.

Melainkan dengan pameran arah masa depan—AI lokal di laptop gaming, desain layar ganda yang makin matang, hingga kolaborasi lintas seni bersama Kojima Productions.

Perayaan ini bukan sekadar penanda usia. ROG memosisikan diri sebagai laboratorium ide—ROG Lab—tempat performa ekstrem, pendinginan cerdas, dan desain berorientasi pengguna diracik menjadi standar baru.

Filosofi For Those Who Dare yang lahir sejak motherboard Crosshair 2006 kini diterjemahkan ke bahasa zaman: AI, efisiensi, dan pengalaman imersif.

ROG tidak hanya bicara spesifikasi. Mereka bicara ekosistem, komunitas, dan budaya gaming yang kian bersinggungan dengan dunia kreatif.

Zephyrus: Tipis, Bertenaga, dan Semakin “Pintar”

Di lini laptop, ROG Zephyrus tampil sebagai wajah kompromi yang nyaris tak terasa. Tipis dan ringan, tapi membawa otak baru: prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan NPU hingga 50 TOPS, serta opsi AMD Ryzen AI Copilot+.

Zephyrus G14 dan G16 mengusung GPU NVIDIA GeForce RTX generasi Blackwell—hingga RTX 5090—lengkap dengan DLSS 4 dan Frame Generation.

Layar ROG Nebula HDR 1100 nits, 100% DCI-P3, menjadi standar visual.

Pendinginan cerdas dan desain aluminium premium menegaskan: ini bukan sekadar laptop gaming, tapi alat kerja serius bagi kreator.

Zephyrus Duo: Layar Ganda, Kini Lebih Masuk Akal

ROG Zephyrus Duo kembali, kali ini dengan pendekatan lebih matang. Dua layar sentuh 3K OLED 120Hz bukan gimmick, melainkan solusi produktivitas dan streaming yang nyata.

Didukung GPU RTX 5090 Laptop dan prosesor Intel terbaru, laptop ini memosisikan diri sebagai mesin kerja berat—gaming, AI, hingga produksi konten—dalam satu tubuh.

Lima mode penggunaan dan sistem pendinginan berbasis vapor chamber membuat konsep layar ganda terasa lebih fungsional, bukan eksperimental.

ROG x Kojima: Saat Teknologi Bertemu Seni

Sorotan emosional CES kali ini datang dari kolaborasi ROG dengan Kojima Productions. Ini bukan sekadar branding. Ini pertemuan dua dunia: teknologi performa tinggi dan seni naratif.

ROG Flow Z13-KJP menjadi simbolnya. Perangkat 2-in-1 ini mengusung AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan NPU 50 TOPS—performa setara desktop dalam ukuran tablet.

Layar 13,4 inci 2.5K 180Hz memastikan visual sinematik, sementara desain chassis garapan Yoji Shinkawa menjadikannya objek koleksi, bukan sekadar alat.

Periferal sebagai Ekspresi, Bukan Pelengkap

Kolaborasi ini meluas ke periferal edisi khusus:

Semua dirancang sebagai satu ekosistem—fungsional, artistik, dan eksklusif.

ROG dan Arah Industri Gaming

CES 2026 memperlihatkan satu hal: ROG tidak hanya mengejar fps atau angka benchmark. Mereka mengejar relevansi. AI lokal, desain adaptif, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi senjata untuk tetap berada di depan—di tengah pasar gaming yang makin padat dan cepat berubah.

Di usia 20 tahun, ROG memilih jalan berisiko: terus bereksperimen. Tapi justru di situlah identitasnya dibangun. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#ROG Zephyrus #CES 2026 #laptop gaming AI #ROG 20 tahun #ROG Zephyrus Duo #asus rog