RADARBONANG.ID - Apple kembali dirumorkan tengah mengembangkan iPhone lipat, sebuah langkah yang jika terwujud akan menjadi perubahan besar dalam lini produknya.
Menariknya, perangkat ini disebut tidak sepenuhnya mengandalkan Face ID, melainkan mempertimbangkan sensor sidik jari di sisi bodi.
Penggunaan Touch ID samping dinilai lebih praktis untuk desain ponsel lipat.
Baca Juga: Tiga Pemuda Indonesia Ciptakan Teknologi ViSi untuk Mempermudah Komunikasi Teman Tuli
Faktor lipatan dan ketebalan layar dinilai menyulitkan implementasi Face ID konvensional.
Pendekatan ini juga memungkinkan Apple menjaga keandalan sistem keamanan tanpa mengorbankan desain.
Dari sisi layar, iPhone lipat diprediksi menggunakan panel fleksibel berkualitas tinggi dengan fokus pada ketahanan lipatan.
Apple disebut melakukan pengujian panjang untuk memastikan engsel dan layar memiliki usia pakai lebih lama dibanding generasi awal ponsel lipat kompetitor.
Untuk performa, iPhone lipat diyakini akan mengusung chip kelas flagship dengan optimalisasi khusus untuk multitasking.
Penggunaan layar besar memungkinkan fitur split screen dan produktivitas yang lebih maksimal, menyasar pengguna profesional dan kreator.
Jika masuk ke Indonesia, iPhone lipat diperkirakan akan berada di segmen ultra-premium dengan harga di atas Rp30 jutaan.
Baca Juga: PM Albania Sebut Menteri AI “Hamil 83 Anak Digital”, Apa Maksudnya?
Meski mahal, produk ini berpotensi menarik minat pengguna loyal Apple yang menginginkan inovasi desain.
Rumor ini menunjukkan bahwa Apple tidak terburu-buru memasuki pasar ponsel lipat.
Sebaliknya, perusahaan tersebut tampak ingin menghadirkan produk yang matang dan siap digunakan dalam jangka panjang.
Editor : Adib Turmudzi