RADARBONANG.ID - Tiga pemuda Indonesia kembali membuktikan bahwa inovasi tidak harus lahir dari laboratorium besar atau perusahaan raksasa.
Dengan tekad, kepekaan sosial, serta kemampuan teknologi yang mereka miliki, ketiganya menciptakan rangkaian perangkat asistif bernama @voiceinsilence.id, sebuah inisiatif yang bertujuan memperluas akses komunikasi bagi penyandang disabilitas, khususnya teman Tuli.
Melalui produk yang mereka kembangkan, mereka ingin menghadirkan pengalaman berkomunikasi yang lebih setara, mudah dipahami, dan inklusif, tanpa memandang latar belakang penggunanya.
Gagasan mereka muncul dari pengamatan terhadap tantangan yang dihadapi teman Tuli dalam aktivitas sehari-hari.
Masih banyak masyarakat yang belum menguasai BISINDO, sehingga komunikasi dua arah sering terhambat.
Akibatnya, banyak kebutuhan sederhana—seperti meminta bantuan, bertanya arah, hingga menyampaikan pendapat—tidak dapat dilakukan dengan lancar.
Melihat kenyataan ini, para pemuda tersebut terpanggil untuk menciptakan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar dibutuhkan.
Melalui @voiceinsilence.id, mereka merancang perangkat yang berfokus pada tiga hal utama: mudah diakses, mudah digunakan, dan mampu memberikan dampak nyata.
Prinsip ini menjadi dasar dari dua inovasi utama mereka: Smart Gloves ViSi dan Smart Glasses ViSi.
Keduanya dirancang untuk memecahkan masalah komunikasi dari dua arah—dari teman Tuli ke orang dengar, dan dari orang dengar ke teman Tuli.
Inovasi pertama, Smart Gloves ViSi, adalah sarung tangan pintar yang dilengkapi sensor untuk membaca gerakan jari dan tangan pengguna.
Setiap gestur BISINDO yang dilakukan tangan akan diproses oleh sistem dan diterjemahkan menjadi suara melalui aplikasi khusus.
Dalam hitungan detik, pesan yang sebelumnya hanya bisa dipahami oleh pengguna BISINDO kini dapat didengar dengan jelas oleh siapa saja.
Teknologi ini sangat membantu dalam situasi yang memerlukan komunikasi langsung, seperti bertransaksi di toko, berinteraksi dengan petugas layanan publik, atau berdialog dengan rekan kerja yang tidak memahami bahasa isyarat.
Keunggulan Smart Gloves ViSi tidak hanya terletak pada kemampuannya menghasilkan suara, tetapi juga pada kemudahan pemakaiannya.
Sarung tangan ini dibuat ringan, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan ukuran tangan yang berbeda.
Aplikasinya pun dirancang dengan antarmuka sederhana sehingga dapat dioperasikan tanpa perlu pengetahuan teknis mendalam.
Dengan demikian, siapa pun dapat menggunakannya, termasuk pengguna yang baru pertama kali mencoba perangkat asistif.
Selain sarung tangan pintar, mereka juga memperkenalkan Smart Glasses ViSi, kacamata yang mampu menampilkan transkripsi suara menjadi teks secara langsung di hadapan pengguna.
Ketika seseorang berbicara, kacamata ini menangkap suara tersebut, memprosesnya melalui sistem pengenalan suara, lalu menampilkan teks dalam tampilan kecil yang dapat dibaca dengan jelas.
Teknologi ini memberikan cara baru bagi teman Tuli untuk mengikuti percakapan dalam berbagai situasi, mulai dari proses belajar di kelas, rapat kantor, hingga interaksi sehari-hari di ruang publik.
Smart Glasses ViSi dirancang agar tampak natural saat digunakan. Tidak ada desain yang terlalu futuristik atau mencolok, sehingga pengguna tetap merasa nyaman dan percaya diri.
Dalam situasi yang membutuhkan ketelitian atau percakapan cepat, transkripsi real-time ini akan sangat membantu, mengurangi risiko salah paham yang sering terjadi saat hanya mengandalkan pembacaan gerak bibir.
Baca Juga: Facial Scrub: Seberapa Sering Sebenarnya Ideal Dilakukan? Jangan Sampai Kulit Malah Stres!
Kehadiran Smart Gloves ViSi dan Smart Glasses ViSi membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan yang menghapus batas antarindividu.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa produk inovatif tidak harus rumit; yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan orang banyak.
Dengan pendekatan berbasis empati dan keberlanjutan, ketiga pemuda ini tidak hanya menciptakan perangkat, tetapi juga membuka ruang diskusi baru tentang pentingnya inklusi dalam perkembangan teknologi di Indonesia.
Melalui proyek @voiceinsilence.id, mereka berharap semakin banyak pihak yang terdorong untuk menciptakan inovasi serupa—teknologi yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu mengatasi masalah sosial yang selama ini luput dari perhatian.(*)