Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Robot Humanoid Xpeng “Iron” Bikin Penonton Tak Percaya: Terlalu Halus hingga Dikira Manusia Berkostum

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 18 November 2025 | 00:10 WIB

robot humanoid xpen terbaru, disebut sangat mirip dengan manusia sampai harus “membedah” bagian kaki robot untuk membuktikan kebenarannya
robot humanoid xpen terbaru, disebut sangat mirip dengan manusia sampai harus “membedah” bagian kaki robot untuk membuktikan kebenarannya

RADARBONANG.ID — Dunia kembali dibuat terkesima oleh lompatan besar dalam teknologi robot humanoid.

Xpeng Robotics, salah satu pemain kuat dalam industri robotika Tiongkok, menghadirkan robot humanoid terbaru mereka yang dinamai Iron—sebuah inovasi yang membuat publik bertanya-tanya: apakah yang mereka lihat benar-benar sebuah mesin, atau manusia berkostum?

Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan. Dalam sebuah demonstrasi publik yang digelar beberapa waktu lalu, Iron tampil dengan gerakan yang luar biasa halus dan natural.

Setiap langkah, ayunan lengan, hingga cara robot itu menoleh tampak sangat mirip dengan manusia.

Baca Juga: Indonesia Cetak Sejarah, Juara Kompetisi Build Minecraft Internasional yang Digelar MrBeast

Saking realistisnya, sebagian penonton bahkan mulai meragukan apakah Xpeng benar-benar menampilkan robot, atau sekadar stuntman yang memakai kostum futuristik.

Keraguan itu akhirnya dijawab langsung oleh para insinyur Xpeng dengan cara yang tidak biasa—mereka “membedah” kaki Iron di atas panggung.

Cover estetika pada bagian betis dan lutut dilepas satu per satu, menampilkan struktur internal robot yang jarang diperlihatkan secara publik.

Rangka logam berdesain presisi, rangkaian kabel teratur, serta sistem aktuator berteknologi tinggi menjadi bukti bahwa “manusia” yang berdiri di atas panggung itu memang benar-benar robot.

Bagian internal itu memperlihatkan kompleksitas desain Iron. Robot ini memiliki 82 derajat kebebasan gerak (degrees of freedom/DoF), jauh lebih banyak daripada robot humanoid generasi sebelumnya.

Angka ini memungkinkan Iron melakukan gerakan mikro seperti memiringkan kepala dengan lembut, menyesuaikan keseimbangan tubuh, hingga menggenggam objek secara alami. Inilah alasan utama mengapa Iron tampak hidup.

Selain itu, Iron dibekali otot buatan (artificial muscles) yang mampu menghasilkan tenaga dan fleksibilitas menyerupai struktur otot manusia.

Dipadukan dengan kulit sintetis yang memiliki tekstur mendekati kulit sungguhan, Xpeng sukses menciptakan robot yang sejak awal dirancang tidak hanya untuk bergerak, tetapi juga untuk berinteraksi dengan manusia tanpa memunculkan kesan kaku atau menakutkan.

Xpeng menegaskan bahwa Iron bukan sekadar proyek eksperimen. Dalam konferensi tersebut, perusahaan memaparkan visinya untuk membawa Iron ke tahap produksi massal pada tahun 2026.

Target pasar utama robot ini adalah sektor layanan pelanggan, operasional perkantoran, dan industri retail.

Di masa depan, Iron disebut dapat menjadi resepsionis, pramuniaga, pemandu museum, atau asisten kantor dengan kemampuan komunikasi dan gerak sangat mendekati manusia.

Langkah Xpeng ini menunjukkan bahwa industri robot humanoid tidak lagi sekadar berlomba membuat robot yang bisa berjalan atau menari, tetapi menciptakan “kehadiran” yang benar-benar menyerupai manusia.

Dengan perpaduan kecerdasan buatan, material canggih, dan sistem aktuator berpresisi tinggi, Iron menjadi salah satu kandidat terkuat dalam persaingan global menuju robot humanoid fungsional.

Publik yang menyaksikan demonstrasi tersebut menyebut Iron sebagai “robot yang membuat manusia bingung”—karena di titik tertentu, batas antara teknologi dan tubuh manusia terasa semakin menipis.

Baca Juga: SBY Umumkan Purnatugas dari Politik, Kini Fokus Menjadi Seniman Penuh Waktu

Fenomena ini memicu diskusi luas: apakah dunia siap hidup berdampingan dengan robot yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sangat mirip manusia?

Meski masih dalam tahap pengembangan, kehadiran Iron memberi gambaran masa depan yang semakin dekat.

Jika target produksi tahun 2026 tercapai, dunia mungkin segera memasuki era baru di mana robot humanoid bukan lagi eksperimen laboratorium, melainkan bagian dari keseharian — berdiri di meja resepsionis, membantu pelanggan di toko, hingga berkolaborasi dalam pekerjaan kantor.

Dengan kemampuan dan kehalusan gerak yang nyaris menyamai manusia, robot humanoid seperti Iron menjadi bukti bahwa masa depan tersebut kini hanya tinggal hitungan tahun, bukan dekade.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#robot Iron 2026 #robot humanoid Xpeng Iron #teknologi humanoid Xpeng #robot realistis China #robot layanan pelanggan