Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tencent Bidik Dominasi Global Lewat Gim Delta Force, Karya Leo Yao yang Tembus 30 Juta Pemain Harian

Amin Fauzie • Selasa, 14 Oktober 2025 | 02:50 WIB
Delta Force mengubah arah Tencent ke gim bergenre shooter.
Delta Force mengubah arah Tencent ke gim bergenre shooter.

RADARBONANG.ID - Selama bertahun-tahun, Leo Yao bekerja dalam diam di balik layar industri gim Tiongkok.

Pria berusia 43 tahun ini, yang bernaung di bawah raksasa teknologi Tencent Holdings Ltd., awalnya hanyalah sosok pengembang yang tekun menggarap berbagai gim tembak-menembak tanpa banyak sorotan.

Namun, pada 2024, semuanya berubah ketika Yao mencetak sejarah lewat Delta Force — gim penembak yang kini dimainkan lebih dari 30 juta orang setiap hari.

Kesuksesan besar itu mengubah segalanya. Tencent, perusahaan paling bernilai di China, kini mempercayakan Yao untuk memimpin arah baru bisnis gim mereka.

Para eksekutif Tencent menilai selera pemain di dalam negeri mulai bergeser dari gim ponsel menuju minat yang lebih besar pada gim PC dan genre shooter, segmen yang selama ini dikuasai oleh pengembang Barat.

Menurut laporan Newzoo, genre shooter mencakup sekitar 9% dari pasar gim global yang bernilai lebih dari 189 miliar dolar AS.

Dengan potensi sebesar itu, Tencent berencana memperluas dominasi mereka bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga di kancah internasional.

Yao, yang sebelumnya membantu mengadaptasi Call of Duty ke versi seluler, kini menempatkan kreativitas tim J3 sebagai senjata utama.

Delta Force menjadi hasil kolaborasi berbagai genre dan gaya bermain, menciptakan formula unik yang langsung memikat gamer China.

“Para pimpinan senior bahkan bertanya langsung, apakah kami butuh anggaran lebih besar untuk memperluas pasar luar negeri,” ujar Yao dalam wawancara di studionya di Shenzhen.

Menantang dominasi pengembang Barat tentu bukan hal mudah, namun kepercayaan diri Tencent kini berada di puncak.

Tim J3 disebut sebagai taruhan paling aman setelah Delta Force melampaui semua ekspektasi internal.

“Kami sudah mendapat kepercayaan penuh dari manajemen senior,” tambah Yao.

Tencent ingin membangun reputasi baru — bukan hanya sebagai penerbit besar, tetapi juga pencipta gim orisinal yang disegani dunia.

Meski perusahaan itu telah memiliki saham di banyak judul populer seperti Fortnite, PUBG, dan Far Cry, banyak pemain masih melihat Tencent sebagai pihak di belakang layar, bukan penggerak utama inovasi.

Maka dari itu, Yao dan timnya bertekad menciptakan gim yang membuat orang berkata, “Aku main karena ini gim buatan Tencent.

” Visi besar itu bahkan tertulis di dinding studio J3: “Dominating Global Shooter Gaming.”

Meski begitu, Yao mengakui tantangannya tidak kecil.

“Saat ini, tim kami 99% berasal dari China. Kami sangat memahami budaya dan konteks lokal, tapi sulit benar-benar tahu apa yang diinginkan pemain luar negeri,” katanya jujur.

Untuk mengatasi itu, J3 kini mulai merekrut talenta global dan bekerja sama dengan influencer untuk mendapatkan masukan langsung dari pasar internasional.

Menariknya, ketika mengembangkan Delta Force, Yao memilih berani melangkah ke ranah extraction shooter — genre baru yang menuntut pemain keluar dari peta dengan hasil rampasan mereka.

Gim ini lalu dilengkapi dengan mode multipemain berskala besar dan kampanye cerita sinematik, menjadikannya tiga pengalaman dalam satu paket.

Strategi pemasaran Delta Force pun unik. Tim J3 menggandeng merek bubur delapan harta (eight-treasure congee) sebagai simbol keberagaman genre dalam gim tersebut — langkah yang kreatif dan sekaligus mencerminkan ciri khas budaya China.

Walau sempat disorot karena tudingan “peniru” dari berbagai pihak, termasuk gugatan hukum dari Sony Group Corp., Yao menolak stigma itu.

“Semua gim tembak-menembak berbagi prinsip desain yang sama. Kami hanya mengolahnya dengan cara kami sendiri,” jelasnya.

Kini, dengan dukungan penuh dari Tencent dan visi besar untuk membangun kekuatan kreatif sendiri, Yao percaya masa depan industri gim China tengah memasuki babak baru.

Dari Shenzhen hingga Silicon Valley, ambisinya jelas: menjadikan Tencent sebagai nama besar yang dikenal bukan hanya karena kekayaan, tapi karena kreativitas dan keberanian menantang dunia. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Delta Force #Leo Yao #genre shooter #gim #tencent