Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Microsoft Resmi Hentikan Dukungan untuk Office 2016 dan 2019 Mulai 14 Oktober, Ini Aplikasi yang Bakal Terancam Bahaya

Amin Fauzie • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 23:45 WIB
Microsoft menghentikan dukungan Microsoft Office 2016 dan 2019 demi mendorong transisi ke versi terbaru seperti Microsoft 365.
Microsoft menghentikan dukungan Microsoft Office 2016 dan 2019 demi mendorong transisi ke versi terbaru seperti Microsoft 365.

RADARBONANG.ID - Jutaan pengguna di seluruh dunia mendapat peringatan serius dari Microsoft.

Mulai 14 Oktober 2025, dua paket aplikasi populer mereka, Microsoft Office 2016 dan Office 2019, akan resmi kehilangan dukungan.

Langkah ini membuat 16 aplikasi umum seperti Word, Excel, hingga PowerPoint berpotensi menjadi celah berbahaya jika masih digunakan.

Keputusan ini merupakan bagian dari kebijakan rutin Microsoft dalam menghentikan dukungan perangkat lunak lama demi mendorong transisi ke versi terbaru seperti Microsoft 365.

Namun, banyak pengguna belum menyadari bahwa berakhirnya dukungan berarti tidak ada lagi pembaruan keamanan, sehingga bug yang ditemukan di kemudian hari bisa dimanfaatkan oleh peretas.

“Melanjutkan penggunaan perangkat lunak setelah masa dukungan berakhir dapat membuat perangkat rentan terhadap ancaman keamanan, menurunkan produktivitas, dan menimbulkan masalah kepatuhan,” ujar Jeremy Carlson, Direktur Pemasaran Produk Microsoft 365.

“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memindahkan semua perangkat yang masih menggunakan Office 2016 atau Office 2019 ke versi yang didukung,” lanjutnya.

Risiko Jika Tetap Menggunakan Versi Lama

Tanpa pembaruan keamanan, sistem menjadi lebih mudah disusupi malware atau hacker.

Mereka dapat mengeksploitasi bug untuk mengakses dokumen penting, bahkan data perbankan, jika perangkat berhasil dikendalikan.

Paket Office yang terdampak mencakup aplikasi populer berikut:

Total ada 16 program yang termasuk dalam dua paket tersebut dan akan dianggap usang oleh Microsoft.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Microsoft menyarankan pengguna untuk segera beralih ke Office 2021 atau Microsoft 365, yang terus mendapatkan pembaruan keamanan, fitur kolaborasi cloud, dan integrasi AI.

Dengan begitu, pengguna tidak hanya terlindungi, tapi juga mendapatkan pengalaman kerja yang lebih efisien.

Jadi, bagi kamu yang masih memakai Office 2016 atau 2019, sebaiknya segera lakukan pembaruan sebelum 14 Oktober.

Jika tidak, perangkatmu bisa menjadi sasaran empuk bagi peretas.

Jangan tunggu hingga data pentingmu jadi korban — upgrade sekarang untuk keamanan dan kenyamanan kerja yang lebih baik. (*)

Editor : Amin Fauzie
#versi lama #2019 #risiko #kehilangan dukungan #aplikasi #Microsoft Office 2016