Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenal Gemini Enterprise dan Fungsinya: Platform AI Terbaru Google Cloud yang Tantang Microsoft dan OpenAI

Amin Fauzie • Kamis, 9 Oktober 2025 | 21:25 WIB
Gemini Enterprise, platform AI terbaru yang dikhususkan untuk mendukung produktivitas di tempat kerja.
Gemini Enterprise, platform AI terbaru yang dikhususkan untuk mendukung produktivitas di tempat kerja.

RADARBONANG.ID - Google kembali mengguncang dunia kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan Gemini Enterprise, sebuah platform AI terbaru yang ditujukan untuk mendukung produktivitas di tempat kerja.

Diluncurkan oleh unit cloud Alphabet Inc. pada Kamis (9/10) menjelang acara Gemini at Work, platform ini hadir sebagai upaya memperdalam persaingan dengan Microsoft Copilot dan OpenAI ChatGPT Enterprise dalam ranah business tool berbasis AI.

Dengan biaya berlangganan US$30 per pengguna per bulan, Gemini Enterprise dirancang untuk menjangkau pekerja harian di berbagai departemen.

Tujuannya adalah membantu mereka mengotomatisasi tugas-tugas kompleks, mencari informasi penting, serta menghasilkan konten dengan mudah tanpa perlu kemampuan teknis tinggi.

CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menjelaskan bahwa Gemini Enterprise menghadirkan “pintu masuk tunggal” bagi setiap pekerja untuk berinteraksi dengan seluruh data perusahaan.

“Kami sedang mendemokratisasi cara orang mengakses AI,” ujar Kurian dalam sesi briefing sebelum peluncuran resmi.

Melalui Gemini Enterprise, Google Cloud memberikan akses langsung bagi karyawan untuk menggunakan AI agent dalam menyelesaikan berbagai tugas atas nama mereka.

Platform ini juga menjadi bukti komitmen Google untuk menjadikan AI lebih mudah dijangkau oleh semua kalangan pekerja, bukan hanya kalangan teknis atau pengembang perangkat lunak.

Langkah ini sekaligus menandai strategi besar Google untuk memperkuat posisinya di pasar AI enterprise.

Dengan integrasi yang semakin luas antara Gemini dan berbagai produk Google — termasuk Chrome dan aplikasi bisnis lainnya — perusahaan raksasa teknologi ini menunjukkan keseriusannya menguasai pasar AI productivity tools.

Kurian menambahkan, saat ini sembilan dari sepuluh laboratorium AI teratas dunia mengandalkan daya komputasi Google Cloud.

Selain itu, perusahaan juga mengantongi komitmen kontrak senilai US$106 miliar, dengan sekitar US$58 miliar diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan bagi Google Cloud hingga 2027.

Gemini Enterprise memadukan berbagai teknologi canggih yang sudah dimiliki Google, seperti model AI Gemini, agen internal dan pihak ketiga, hingga kemampuan AI generatif.

Semua komponen tersebut digabung dalam satu platform terpadu yang mampu terhubung dengan data lintas aplikasi bisnis, termasuk dari Salesforce Inc. dan SAP SE.

Sebelumnya, Google Cloud memang telah menawarkan berbagai AI tools yang berfokus pada pengembang dan profesional IT.

Namun kini, dengan hadirnya Gemini Enterprise, setiap karyawan — bahkan yang tanpa kemampuan coding — dapat langsung memanfaatkan AI untuk menjalankan tugas harian mereka.

Dalam sesi demonstrasi, Maryam Gholami, Direktur Senior Manajemen Produk Google Cloud, memperlihatkan kemampuan luar biasa Gemini Enterprise melalui fitur “Campaigns Agent.”

Fitur ini memungkinkan seorang manajer pemasaran membuat kampanye Halloween secara otomatis menggunakan chatbot AI percakapan.

Agen tersebut melakukan riset pasar, mengidentifikasi tren populer, memeriksa stok barang, hingga menandai produk yang perlu dipesan ulang.

Tak berhenti di situ, agen AI juga dapat mengajukan pesanan pembelian melalui platform ServiceNow Inc., menyusun email kepada manajer toko, bahkan menciptakan materi promosi dengan gambar dan video animasi berkat teknologi generatif milik Google.

Google menegaskan bahwa Gemini Enterprise akan tersedia di seluruh negara tempat layanan Google Cloud beroperasi, lengkap dengan dukungan dalam lebih dari selusin bahasa pada tahap peluncuran.

Dengan peluncuran ini, Google semakin memperjelas arah strategisnya di pasar AI enterprise — bukan hanya bersaing, tetapi berupaya menjadi pemimpin dalam menghadirkan solusi AI yang praktis, terintegrasi, dan mudah diakses.

Ke depan, Gemini Enterprise berpotensi menjadi tulang punggung baru bagi Google Cloud, menggantikan dominasi produk pencarian yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan Alphabet.

Dunia kerja pun tampaknya akan segera memasuki babak baru — di mana AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan rekan kerja digital yang siap meningkatkan efisiensi di setiap lini bisnis. (*)

Editor : Amin Fauzie
#dunia kerja #platform AI terbaru #google #Gemini Enterprise #fitur