RADARBONANG.ID - Indonesia mencatat sejarah baru dalam dunia digital.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) bersama Bali Internet (mitra Starlite) dan Huawei Indonesia resmi meluncurkan jaringan Wi-Fi 7 pertama di Indonesia dengan kecepatan hingga 2Gbps, dimulai dari SMPN 15 Denpasar, Bali, pada 3 Oktober 2025.
Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital nasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Hashim Djojohadikusumo: “Konektivitas adalah Tulang Punggung Pendidikan dan Inovasi”
Pemegang saham Grup Surge, Hashim Djojohadikusumo, menyebut peluncuran Wi-Fi 7 ini sebagai tonggak penting bagi perjalanan digital Indonesia.
“Konektivitas adalah tulang punggung pendidikan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Dengan internet kelas dunia yang kami hadirkan, Surge dan para mitra memastikan sekolah, komunitas, hingga UMKM memiliki akses untuk sukses di era digital,” ujar Hashim dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/10).
Dia menambahkan, pemilihan SMPN 15 Denpasar sebagai lokasi peluncuran menandakan komitmen Surge dalam memperkuat dunia pendidikan setelah infrastruktur digital tersedia.
“Pendidikan adalah kunci berikutnya dalam mendukung kemajuan bangsa,” tegasnya.
Bali Jadi Simbol Langkah Maju Digitalisasi Indonesia
Pemilihan Bali sebagai lokasi pertama bukan tanpa alasan. Pulau ini dikenal sebagai pusat pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus simbol integrasi antara teknologi mutakhir, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Peluncuran Wi-Fi 7 ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster, pimpinan Bali Internet, serta perwakilan Huawei Indonesia.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut hangat inovasi yang dihadirkan Surge dan Huawei.
Dia menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap menyalurkan akses Wi-Fi 7 gratis ke sekolah-sekolah di Bali sebagai bagian dari program transformasi pendidikan digital.
“Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik peluncuran Wi-Fi 7 pertama di Indonesia dengan kecepatan hingga 2Gbps. Internet ini akan kami berikan secara gratis ke sekolah-sekolah di Bali sebagai bagian dari program transformasi pendidikan digital,” ujar Koster.
Menurutnya, langkah ini penting agar generasi muda Bali memiliki kesempatan setara dalam mengakses teknologi dan siap bersaing di masa depan.
CEO Bali Internet, Muhammad Arif Angga, mengatakan pihaknya bangga menjadi bagian dari peluncuran ini.
“Sebagai mitra Starlite di Bali, kami bangga memperkenalkan Wi-Fi 7 kepada masyarakat Bali. Starlite hadir dengan misi menghadirkan internet kelas dunia ke rumah, bisnis, dan institusi publik,” kata Arif.
Menurut Arif, teknologi Wi-Fi 7 tak hanya berdampak bagi dunia pendidikan, tetapi juga memberi manfaat besar bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.
Wi-Fi 7 Siap Ubah Pengalaman Digital Masyarakat Indonesia
Sebagai penyedia teknologi utama, Huawei Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital nasional.
Chairman of the Board PT Huawei Tech Investment, Dajiang Xin, menyampaikan:
“Dengan kecepatan hingga 2Gbps, Wi-Fi 7 akan mentransformasi pengalaman pengguna di bidang pendidikan, hiburan, dan bisnis. Kolaborasi kami dengan Surge dan Bali Internet menunjukkan bagaimana kemitraan teknologi dapat membuka peluang pertumbuhan baru di era digital.”
Huawei menilai, proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor bisa mempercepat inklusi digital di Indonesia.
Bagian dari Program Internet Terjangkau Surge
Peluncuran Wi-Fi 7 juga menjadi bagian dari Program Internet Terjangkau milik Surge, yang bertujuan menghadirkan konektivitas cepat, andal, dan inklusif bagi sekolah, komunitas, serta pelaku UMKM di berbagai daerah.
Dengan dukungan teknologi terbaru dari Huawei dan Bali Internet, Surge memastikan transformasi digital tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga merata ke seluruh pelosok Indonesia.
Langkah ini menandai awal era baru konektivitas super cepat di Tanah Air, membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju ekosistem digital kelas dunia. (*)