Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

OpenAI Lampaui SpaceX, Resmi Jadi Startup Terbesar Dunia dengan Valuasi Rp8.304 Triliun

Amin Fauzie • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:55 WIB
CEO OpenAI Sam Altman.
CEO OpenAI Sam Altman.

RADARBONANG.ID - OpenAI kembali mencetak sejarah besar di dunia teknologi.

Perusahaan rintisan milik Sam Altman yang dikenal sebagai otak di balik ChatGPT ini berhasil menutup kesepakatan penjualan saham internal dengan valuasi fantastis mencapai US$500 miliar atau sekitar Rp8.304 triliun.

Angka tersebut membuat OpenAI melampaui SpaceX milik Elon Musk, yang saat ini bernilai sekitar US$400 miliar, dan resmi menyandang gelar startup terbesar di dunia.

Kesepakatan ini memungkinkan karyawan dan mantan karyawan OpenAI menjual saham senilai kurang lebih US$6,6 miliar kepada sejumlah investor raksasa.

Nama-nama besar seperti Thrive Capital, SoftBank Group, Dragoneer Investment Group, MGX asal Abu Dhabi, hingga T. Rowe Price masuk dalam daftar pembeli.

Nilai ini jauh melampaui valuasi sebelumnya yang berada di angka US$300 miliar pada awal tahun.

Dorongan Besar dari Hype AI Global

Lonjakan valuasi OpenAI tak lepas dari geliat investasi global terhadap teknologi kecerdasan buatan.

Bersama Nvidia, perusahaan ini menjadi motor utama dalam membangun infrastruktur AI yang nilainya ditaksir mencapai triliunan dolar AS.

Meski hingga kini OpenAI belum mencetak keuntungan bersih, strategi mereka tetap agresif.

Kesepakatan kerja sama dengan perusahaan besar seperti Oracle Corp. dan SK Hynix menjadi bukti bahwa OpenAI serius mendorong booming ekosistem AI global.

Rivalitas dan Polemik dengan Elon Musk

OpenAI didirikan pada 2015 sebagai organisasi nirlaba. Namun, arah bisnisnya berubah seiring masuknya pendanaan besar dari Microsoft pada 2019.

Langkah inilah yang memicu konflik dengan Elon Musk, salah satu pendiri awal OpenAI, hingga berujung pada gugatan hukum.

Musk menuduh OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya untuk menjaga pengembangan AI tetap terbuka bagi kemanusiaan.

Ironisnya, kini OpenAI melampaui SpaceX dalam hal valuasi pasar.

Pencapaian ini datang pada momen penting, karena perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan Microsoft untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis profit penuh.

Persaingan Talent AI Makin Panas

Keberhasilan finansial OpenAI datang dengan tantangan baru.

Kompetisi perekrutan talenta AI semakin sengit, terutama dengan Meta yang kabarnya berani menawarkan kompensasi bernilai sembilan digit untuk membentuk tim "superintelligence".

Penjualan saham karyawan ini dianggap sebagai langkah strategis agar staf OpenAI tetap bertahan dan termotivasi.

Produk Baru untuk Perkuat Posisi

Di tengah tekanan kompetitif, OpenAI terus berinovasi.

Tahun ini, mereka meluncurkan dua model AI terbuka yang mampu meniru pola pikir manusia, sekaligus merilis GPT-5 yang digadang-gadang sebagai model paling canggih.

Inisiatif ini disebut sebagai upaya memperkuat dominasi OpenAI menghadapi pesaing ketat seperti Google dan Anthropic.

Kesimpulannya, valuasi OpenAI yang kini menembus US$500 miliar menandai era baru bagi industri teknologi.

Dari startup nirlaba hingga menjadi perusahaan AI terbesar dunia, perjalanan OpenAI menunjukkan betapa besar ekspektasi investor terhadap masa depan kecerdasan buatan.

Tantangan tetap ada, baik dari sisi regulasi, kompetisi talenta, hingga persaingan produk.

Namun, pencapaian ini menegaskan posisi Sam Altman dan OpenAI sebagai pemain utama dalam peta teknologi global. (*)

Editor : Amin Fauzie
#saham #openai #startup terbesar di dunia #Sam Altman #ChatGPT