Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Google Drive Kini Punya AI untuk Lawan Ransomware, Begini Cara Kerjanya

Amin Fauzie • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:25 WIB
Fitur baru Google Cloud dibekali AI sebagai tameng dari ancaman ransomware.
Fitur baru Google Cloud dibekali AI sebagai tameng dari ancaman ransomware.

RADARBONANG.ID - Google Cloud resmi menghadirkan inovasi terbaru di Google Drive for Desktop dengan menyematkan kecerdasan buatan (AI) sebagai tameng dari ancaman ransomware.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menghindari serangan siber berbahaya yang kerap menyasar berbagai sektor, mulai dari bisnis, layanan publik, hingga rumah sakit.

AI tersebut bekerja secara otomatis dengan menghentikan proses sinkronisasi file begitu terdeteksi aktivitas mencurigakan yang mengarah pada ransomware.

Tidak hanya itu, pengguna bisa memulihkan file dengan cepat hanya lewat beberapa klik.

Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto, menjelaskan bahwa sistem ini dapat mengenali ciri khas serangan ransomware, yaitu upaya mengenkripsi file secara massal.

“Deteksi dan intervensi berbasis AI di Google Drive for Desktop mampu menciptakan semacam ‘balon pelindung’ di luar file pengguna, menghentikan sinkronisasi sebelum serangan menyebar,” ungkap Fanly, Selasa (30/9).

Ransomware Bukan Lagi Masalah Antivirus Semata

Selama ini, banyak sistem masih mengandalkan antivirus yang mencari kode berbahaya sebelum dijalankan.

Sayangnya, cara tersebut dinilai belum cukup. Ransomware modern sering kali mampu menembus perlindungan tradisional, membuat pengguna langsung terdampak tanpa cadangan mitigasi.

Inovasi AI di Google Drive hadir sebagai lapisan pertahanan tambahan.

Dengan model AI yang dilatih dari jutaan sampel ransomware nyata, mesin deteksi ini terus beradaptasi terhadap pola baru.

Google bahkan menggabungkannya dengan data ancaman dari VirusTotal, sehingga mampu menganalisis perubahan file secara dinamis.

Mekanisme Kerja AI di Google Drive

Begitu sistem menemukan indikasi serangan, sinkronisasi file otomatis dihentikan agar kerusakan tidak meluas ke seluruh cloud.

Pengguna akan menerima notifikasi di desktop dan email, lengkap dengan panduan untuk mengembalikan file ke kondisi semula.

Jika biasanya pemulihan file membutuhkan software pihak ketiga atau langkah teknis yang rumit, antarmuka Google Drive justru membuatnya lebih praktis.

File yang terenkripsi bisa dipulihkan ke versi sebelumnya hanya dengan beberapa klik.

Hal ini tentu sangat membantu dalam meminimalisasi gangguan kerja maupun kehilangan data penting.

Kendali Penuh bagi Admin TI

Bagi organisasi, administrator tetap memiliki kontrol penuh.

Notifikasi serangan akan muncul di konsol Admin, sementara log audit bisa ditinjau melalui security center.

Fitur ini aktif secara default bagi seluruh pelanggan Google Workspace, meskipun admin memiliki opsi untuk menonaktifkannya bila diperlukan.

Sudah Bisa Dicoba Melalui Open Beta

Google merilis kemampuan baru ini pada Selasa (30/9) melalui program open beta.

Fitur deteksi ransomware berbasis AI ini tersedia di Windows maupun macOS, dan bisa diakses tanpa biaya tambahan bagi mayoritas paket komersial Google Workspace.

Bahkan, fungsi pemulihan file dapat dinikmati semua pelanggan tanpa biaya ekstra.

Dengan langkah ini, Google tidak hanya menawarkan layanan penyimpanan awan yang aman, tapi juga memperkuat perannya sebagai benteng digital di tengah maraknya ancaman siber. (*)

Tim Balap VR46, Livery Spesial GP Indonesia.
Tim Balap VR46, Livery Spesial GP Indonesia.
Editor : Amin Fauzie
#Google Workspace #ai #ancaman siber #fitur #Google Cloud #ransomware