RADARBONANG – OpenAI, otak di balik ChatGPT, kembali mengguncang dunia digital.
Kali ini bukan chatbot, melainkan Sora, aplikasi sosial baru yang memungkinkan pengguna membuat video AI superrealistis dan membagikannya di satu feed layaknya TikTok.
Dirilis awal pekan ini lewat undangan terbatas untuk pengguna iOS, Sora disebut-sebut sebagai langkah paling agresif OpenAI masuk ke ranah media sosial – wilayah yang selama ini dikuasai raksasa seperti TikTok dan Meta.
“Ini momen ChatGPT untuk generasi video,” tegas Bill Peebles, kepala tim Sora di OpenAI dilansir dari bloombergtechnoz.com.
Dari Generator Video Jadi Media Sosial AI
Tak lagi sekadar software video AI seperti saat debut Desember lalu, Sora baru tampil beda.
Aplikasi ini memadukan generator video berbasis prompt teks dengan fitur sosial yang memungkinkan pengguna melihat, menyukai, dan membagikan video buatan AI orang lain.
Pengguna bahkan bisa membuat avatar AI dan suara realistis dirinya untuk disisipkan ke video – fitur cameo ini jadi jurus pamungkas OpenAI untuk memikat kreator.
Dengan langkah ini, OpenAI resmi head-to-head bukan hanya dengan Google (Runway AI, Midjourney), tetapi juga dengan TikTok dan Meta yang baru meluncurkan fitur video AI bernama Vibes.
Lebih Pede, Lebih Realistis
OpenAI mengklaim Sora 2 mengatasi kelemahan lama generator video: hukum fisika dan konsistensi adegan.
Artinya, sekarang software ini bisa membuat klip kompleks – seperti orang salto di atas papan selancar dengan dinamika fluida yang pas – tanpa perlu diedit manual.
Tak cuma visual, audio juga naik kelas: efek suara, dialog multibahasa, dan suara latar kini otomatis tersinkron dengan video.
OpenAI berharap fitur ini akan menarik Hollywood yang selama ini masih setengah hati mengadopsi AI video.
Ada Watermark, Ada Batasan
Meningkatnya kemampuan Sora jelas menghidupkan kembali perdebatan soal keaslian konten di internet dan potensi menggerus pekerjaan kreator manusia.
OpenAI menegaskan mereka tidak mengizinkan video yang menampilkan tokoh publik tanpa izin, juga tidak membolehkan video berbasis gambar seseorang.
Semua video yang keluar dari aplikasi ini wajib pakai watermark AI, dan perekaman layar di dalam aplikasi dinonaktifkan untuk mengontrol peredaran konten.
Uji Coba di iOS, Android Menyusul
Aplikasi Sora kini tersedia gratis untuk pengguna iOS lewat sistem undangan, dengan rencana ekspansi ke Android.
OpenAI juga memperbarui software Sora 2 di situs sora.com untuk pengguna profesional.
“Banyak platform sosial menjauh dari konsep pertemanan asli. Kami mencoba membalik itu,” kata Thomas Dimson, engineer OpenAI yang terlibat pengembangan Sora.
Setelah sukses “meng-AI-kan” chatbot lewat ChatGPT, OpenAI kini memasang taruhan besar di media sosial berbasis video AI. Jika Sora berhasil, bukan tidak mungkin akan lahir generasi baru “influencer AI” yang tak lagi diciptakan manusia. TikTok dan Meta? Siap-siap panggungnya digoyang. (*)
Editor : Amin Fauzie