RADARBONANG.ID - Meta Platforms, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, resmi memperkenalkan fitur baru bernama Vibes di aplikasi asisten kecerdasan buatan Meta AI serta situs meta.ai.
Fitur ini hadir sebagai linimasa (feed) khusus yang sepenuhnya berisi karya buatan AI, mulai dari gambar hingga video pendek.
Vibes digadang-gadang sebagai eksperimen terbaru Meta yang berpotensi menjadi Reels generasi berikutnya, di mana konten tak lagi bergantung sepenuhnya pada performa manusia.
Melalui Vibes, pengguna bisa menonton, membuat, hingga memodifikasi video pendek berbasis AI, lalu membagikannya di dalam aplikasi maupun di Instagram dan Facebook.
Mengutip TechRadar, Selasa (30/9), Meta menargetkan mereka yang punya ide kreatif tapi tidak memiliki kemampuan teknis dalam produksi atau editing video.
Vibes memungkinkan siapa saja menghasilkan karya hanya dengan perintah teks, mengunggah elemen visual, atau melakukan remix dari klip yang sudah ada.
Bedanya dengan Instagram Reels atau TikTok yang masih mengandalkan aksi langsung kreatornya, Vibes menjadikan performa manusia sebagai opsi tambahan.
Pengguna bahkan bisa menjadi kreator tanpa pernah muncul di layar, cukup menjadi tangan tersembunyi yang mengarahkan hasil karya AI.
Fenomena ini diprediksi akan melahirkan generasi kreator baru yang wajahnya tak dikenal kamera, tapi punya banyak penggemar karena seni remix AI mereka.
Vibes juga menggabungkan berbagai proyek Meta AI sebelumnya, seperti stiker AI dan generator gambar, ke dalam sebuah format video pendek.
Saat ini, Vibes masih dalam tahap pratinjau dan belum berdiri di dalam Instagram, namun integrasi awal sudah berjalan.
Beberapa konten Vibes bahkan mulai bisa ditemui di Reels dan Instagram Stories, lengkap dengan tag khusus yang menandakan asalnya dari Meta AI.
Dengan langkah ini, Meta tak hanya memperluas ekosistem AI-nya, tetapi juga berusaha menormalisasi konten buatan mesin di ranah media sosial.
Di sisi lain, hadirnya Vibes juga menimbulkan diskusi baru: sejauh mana batas antara karya manusia dan mesin bisa dibedakan, dan mana yang lebih disukai oleh audiens digital masa kini. (*)
Editor : Amin Fauzie