RADARBONANG.ID - Perkembangan teknologi robotik dunia menunjukkan angka yang semakin mencengangkan.
Data terbaru mengungkapkan bahwa saat ini ada 4,6 juta unit robot yang aktif beroperasi di seluruh dunia.
Angka tersebut mencatatkan rekor baru dalam sejarah industri otomatisasi global.
Dari jumlah tersebut, sekitar 42 persen beroperasi di China.
Baca Juga: BCA Pastikan myBCA dan BCA Mobile Sudah Normal Usai Gangguan Pagi Tadi
Dominasi China dalam sektor robotik menandai pergeseran peta industri manufaktur global.
Negara itu menjadi pusat utama dalam pemanfaatan teknologi otomatisasi untuk mendorong produktivitas.
Industri manufaktur memang menjadi pengguna terbesar robot di seluruh dunia.
Mulai dari otomotif, elektronik, hingga logistik, kehadiran robot semakin dibutuhkan untuk efisiensi produksi.
Penggunaan robot juga dipandang sebagai solusi untuk menekan biaya tenaga kerja yang terus meningkat.
Di luar China, Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Amerika Serikat masih menempati posisi penting.
Namun, pertumbuhan paling cepat tetap terjadi di Asia.
Peningkatan permintaan barang elektronik dan kendaraan listrik mendorong adopsi robotik secara masif di kawasan tersebut.
Menariknya, tren robotik kini tidak hanya terbatas pada industri besar.
Robot layanan atau service robot juga mulai meningkat popularitasnya.
Baca Juga: Kelebihan Spesifikasi Poco F7 Cocok untuk Pelajar hingga Profesional
Kita bisa melihat penerapan robot di rumah sakit, restoran, hingga sektor retail.
Para analis memperkirakan bahwa jumlah robot di dunia akan terus bertambah pesat.
Hingga 2030, jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat dari kondisi saat ini.
Hal tersebut didorong oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang membuat robot semakin cerdas dan fleksibel.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi sinyal penting.
Meski belum sebesar negara industri maju, kebutuhan akan otomatisasi di pabrik-pabrik lokal mulai meningkat.
Apalagi dengan masuknya investasi asing, pemakaian robot bisa menjadi langkah strategis untuk bersaing secara global.
Baca Juga: Xiaomi 15T Series Resmi Meluncur dengan Kamera Leica dan HyperOS 3
Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan robot juga menghadirkan tantangan baru.
Salah satunya adalah ancaman pengurangan lapangan kerja di sektor tertentu.
Pemerintah dan industri perlu menyiapkan strategi agar tenaga kerja manusia bisa tetap berperan melalui keterampilan baru.
Dengan pertumbuhan yang begitu pesat, dunia tampaknya akan semakin bergantung pada robot dalam berbagai aspek kehidupan.
Dominasi China yang saat ini memegang 42 persen pangsa pasar global kemungkinan masih akan berlanjut.
Sementara negara lain berusaha mengejar melalui inovasi dan investasi teknologi.
Editor : Adib Turmudzi