RADARBONANG.ID - Aplikasi pesan instan WhatsApp (WA) resmi memperkenalkan fitur baru berupa penerjemahan pesan secara instan.
Terobosan ini dihadirkan untuk mempermudah komunikasi lintas bahasa, baik dalam obrolan pribadi, grup, maupun pembaruan Channel.
Dilansir dari laman resminya pada Rabu (24/9), WhatsApp menyebut fitur ini hadir sebagai solusi agar bahasa tidak lagi menjadi penghalang dalam menyampaikan pesan.
“Kami memahami bahwa terkadang bahasa bisa menjadi penghalang untuk menyelesaikan sesuatu atau mengekspresikan perasaan dengan sebenarnya. Karena itu, kami dengan senang hati menghadirkan fitur terjemahan pesan di WhatsApp, sehingga Anda dapat lebih mudah berkomunikasi lintas bahasa,” tulis WhatsApp.
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup menekan lama pesan yang ingin diterjemahkan lalu memilih opsi ‘Terjemahkan’.
Setelah itu, pilih bahasa asal atau tujuan yang diinginkan. Hasil terjemahan dapat diunduh sehingga bisa dipakai kembali di kemudian hari.
Khusus bagi pengguna Android, tersedia pula opsi terjemahan otomatis untuk seluruh percakapan.
Artinya, setiap pesan yang masuk bisa langsung diterjemahkan tanpa perlu menekan satu per satu.
Pihak WhatsApp menegaskan bahwa fitur terjemahan ini tetap menjaga privasi pengguna.
Proses penerjemahan dilakukan langsung di perangkat, sehingga WhatsApp tidak memiliki akses terhadap isi percakapan.
Meski begitu, peluncuran fitur ini masih terbatas.
Bagi pengguna Android, saat ini baru tersedia dalam enam bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, India, Portugis, Rusia, dan Arab.
Sementara pengguna iPhone mendapat dukungan lebih luas, yakni lebih dari 19 bahasa termasuk Arab, Belanda, Inggris (UK/US), Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Mandarin (China Daratan dan Taiwan), Thailand, Turki, Ukraina, Vietnam, hingga Bahasa Indonesia.
Dengan kehadiran fitur baru ini, pengguna WhatsApp, terutama pemakai iPhone, kini bisa berkomunikasi lebih mudah tanpa terkendala bahasa.
Sedangkan untuk Android, dukungan bahasa termasuk Bahasa Indonesia diperkirakan akan menyusul pada pembaruan berikutnya. (*)
Editor : Amin Fauzie