RADARBONANG.ID - Dunia kecerdasan buatan tengah dikejutkan oleh peluncuran ChatGPT-5, model AI terbaru dari OpenAI yang resmi hadir pada 6 Agustus 2025 ini diyakini sebagai lompatan besar menuju AI sebagai asisten, bukan sekadar alat.
ChatGPT-5 hadir dalam beberapa varian: standard, mini, dan nano, serta versi khusus GPT-5 Pro yang tersedia untuk pelanggan berlangganan premium.
Model ini kini telah menyatukan kemampuan berbagai versi sebelumnya dalam satu sistem cerdas yang otomatis memilih strategi pemrosesan sesuai kompleksitas tugas pengguna.
CEO Sam Altman menyebut GPT-5 sebagai model setara pakar Ph.D. di banyak bidang, mampu menjawab pertanyaan kompleks, melakukan coding, dan memberikan analisis mendetail seperti sejawat manusia ahli.
Namun, GPT-5 memiliki kelemahan, yakni belum mencapai taraf Artificial General Intelligence (AGI), alias AI super mandiri, dan perusahaan sedang proses menuju ke sana.
GPT-5 kini lebih cepat merespons, lebih jarang berhalusinasi (menyampaikan informasi keliru), dan tampil lebih personal.
AI ini bisa memahami teks, gambar, audio, bahkan video, serta terhubung dengan alat seperti Gmail dan Google Calendar.
Tampilan chat pun bisa disesuaikan dengan personality dan warna pilihan pengguna
Dengan jendela konteks sepanjang 256.000 token, GPT-5 mampu menangani percakapan panjang atau dokumen besar dengan mulus.
Semua pengguna ChatGPT—termasuk versi gratis—dapat mencoba GPT-5 dengan batas penggunaan tertentu.
Sementara itu, pelanggan Pro atau Enterprise mendapatkan akses tak terbatas dan varian Pro yang disebut lebih andal dan cepat.
GPT-5 dirancang agar lebih dari sekadar AI pintar, ia bisa membantu menjawab soal medis meski bukan pengganti dokter, membangun website dari instruksi sederhana, hingga menyederhanakan tugas sehari-hari dengan sangat efisien.
OpenAI juga fokus memperbaiki potensi dampak psikologis dari interaksi chat bot—for example, menyediakan dukungan bagi pengguna yang sedang mengalami stres atau keresahan. (*)
Editor : Amin Fauzie