Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

NETA Auto Tak Bangkrut! Hanya Induknya di Tiongkok yang Restrukturisasi, Operasional Indonesia Tetap Aman

Tulus Widodo • Senin, 28 Juli 2025 | 04:05 WIB
Salah satu pabrik perakitan NETA di markas besar Hozon Auto China.
Salah satu pabrik perakitan NETA di markas besar Hozon Auto China.

RADARBONANG.ID – Setelah sempat ramai diberitakan soal kabar bangkrutnya induk perusahaan, NETA Auto Indonesia akhirnya angkat bicara dan menegaskan: operasional mereka tetap berjalan normal.

Kabar tentang kebangkrutan Hozon New Energy Automobile Co., Ltd. memang benar, namun terbatas hanya pada proses restrukturisasi internal di Tiongkok.

Faktanya, restrukturisasi ini tidak berdampak pada anak perusahaan maupun mitra bisnis di luar negeri, termasuk Indonesia, Thailand, Brasil, dan negara-negara lainnya.

Dalam pernyataan resminya, pihak NETA Auto Indonesia menegaskan bahwa operasional dan penjualan tetap berlangsung seperti biasa.

Layanan purnajual dan distribusi suku cadang tetap tersedia. NETA Indonesia juga masih aktif menjalin kerja sama erat dengan tim global NETA Auto Overseas

Kronologi dan Fakta Penting:

12 Juni 2025: Hozon New Energy Automobile Co., Ltd. resmi memulai proses restrukturisasi keuangan di Tiongkok.

30 Juni 2025: Hozon mulai membuka peluang untuk masuknya investor baru sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah dan panjang.

Pusat logistik internasional sedang diperkuat untuk menjamin pasokan suku cadang dan layanan servis tetap terjaga.

“Restrukturisasi ini hanya mencakup Hozon New Energy. Anak perusahaan dan mitra luar negeri tidak terlibat dalam restrukturisasi ini,” tegas pihak NETA dalam pernyataan resminya.

Tak hanya memastikan kelangsungan layanan, NETA Auto Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi kendaraan listrik di Indonesia.

Bahkan, NETA tetap berpartisipasi dalam ajang otomotif terbesar GIIAS 2025, sebagai bukti bahwa aktivitas bisnis tetap solid dan berkelanjutan.

NETA juga tengah memulihkan dan memperkuat pusat logistik suku cadang internasional.

Hal ini penting untuk menjamin seluruh pelanggan, termasuk di Indonesia, tetap mendapatkan dukungan layanan purnajual secara maksimal.

Pakar otomotif menilai restrukturisasi yang dijalani Hozon bukan tanda kehancuran, melainkan strategi penyelamatan bisnis.

Ini lazim terjadi dalam industri otomotif global, terutama di tengah tantangan likuiditas dan persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat. (*)

Editor : Amin Fauzie
#otomotif #kendaraan listrik #NETA Auto Indonesia #restrukturisasi #Kebangkrutan