Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Drama Baru Elon Musk! Ajak Pemegang Saham Tesla Biayai Ambisi xAI, Grok Akan Masuk Mobil?

Tulus Widodo • Jumat, 25 Juli 2025 | 03:25 WIB
xAI, startup kecerdasan buatan milik Elon Musk yang sedang naik daun lewat chatbot Grok.
xAI, startup kecerdasan buatan milik Elon Musk yang sedang naik daun lewat chatbot Grok.

RADARBONANG.ID – Elon Musk kembali membuat gebrakan yang mengaburkan batas antara inovasi, kepentingan bisnis pribadi, dan loyalitas pemegang saham.

Kali ini, bos Tesla itu menyarankan agar para pemegang saham perusahaan mobil listrik raksasa itu ikut mendanai xAI, startup kecerdasan buatan miliknya yang sedang naik daun lewat chatbot Grok.

Langkah tersebut terungkap dalam konferensi pendapatan Tesla, Rabu (24/7), ketika Musk menjawab pertanyaan tentang potensi investasi resmi Tesla dalam xAI.

Namun, secara mengejutkan, ia melemparkan wacana tersebut ke tangan para pemegang saham.

“Pemegang saham dipersilakan untuk mengajukan proposal pemegang saham apa pun yang mereka inginkan,” ucap Musk dengan enteng dikutip dari Bloomberg.

Pernyataan ini bukan tanpa latar belakang. Pada awal Juli, Musk sudah memberi sinyal positif soal rencana ini lewat unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), meskipun menegaskan bahwa keputusan bukan di tangannya.

Sementara itu, Chief Financial Officer Tesla, Vaibhav Taneja, justru berusaha meredam pembicaraan dengan menyebut bahwa forum tersebut “bukan tempat yang tepat untuk membahas isu ini.”

Didirikan pada awal 2023, xAI belum punya rekam jejak setangguh OpenAI atau Anthropic. Namun, Grok—chatbot buatan xAI—semakin populer, terutama karena diintegrasikan ke dalam platform media sosial X, yang juga dimiliki Musk.

Menariknya, Tesla telah menjual Megapack skala utilitasnya ke xAI dan bahkan sedang mengembangkan integrasi Grok ke dalam kendaraan Tesla, membuka kemungkinan hadirnya asisten AI di balik kemudi.

Namun, xAI sejauh ini belum mendapat dukungan masif dari klien korporat besar atau komunitas pengembang, yang masih skeptis terhadap posisi startup ini di tengah lanskap AI global yang kompetitif.

Bukan hanya Tesla yang disentuh tangan dingin Musk. Perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, dilaporkan telah menyuntikkan dana hingga US$ 2 miliar ke xAI, menurut laporan Bloomberg.

Dengan latar belakang ini, wacana agar Tesla turut berinvestasi pun menuai pertanyaan etika bisnis—terutama karena bisa menimbulkan konflik kepentingan jika Musk mengarahkan dua perusahaan publik untuk saling menyokong.

“Pemegang saham Tesla harus mendapatkan eksposur terhadap pertumbuhan di xAI,” kata Musk sebelumnya, seakan memberi pembenaran terhadap langkah ini.

Musk menyebut bahwa pemungutan suara terkait investasi Tesla ke xAI akan dilakukan, meskipun belum memberi tanggal pasti.

Namun, rapat tahunan pemegang saham Tesla sudah dijadwalkan pada 6 November 2025, yang kemungkinan besar akan menjadi ajang perdebatan seru.

Para investor dan analis pasar pun mengingat kembali kejadian tahun 2016, saat Musk sukses mendorong akuisisi SolarCity—perusahaan milik keluarganya yang tengah dililit utang—oleh Tesla, melalui persetujuan pemegang saham.

Akankah sejarah terulang?

Pengawasan Musk atas lima perusahaan besar sekaligus—Tesla, SpaceX, X, xAI, dan Neuralink—menimbulkan kekhawatiran soal konsentrasi kekuasaan dan potensi tumpang tindih kepentingan antar perusahaan.

Di sisi lain, inovasi yang ditawarkan Musk selalu punya daya magis di mata pasar.

Integrasi AI seperti Grok ke dalam ekosistem Tesla bisa menjadi terobosan besar di industri otomotif.

Namun pertanyaannya sekarang: Apakah pemegang saham Tesla bersedia membiayai misi ambisius Musk satu kali lagi? (*)

Editor : Amin Fauzie
#startup kecerdasan buatan #kendaraan Tesla #Chatbot Grok #elon musk #xai #pemegang saham