RADARBONANG.ID - Laporan terbaru dari Canalys menunjukkan bahwa pengiriman PC global mengalami kenaikan 9% pada kuartal pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa permintaan PC kembali stabil setelah perlambatan di tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: AI Tak Lagi Liar, Regulasi Resmi Akan Masuk Legislasi Paling Lambat Awal Agustus
Dua nama besar—Lenovo dan HP—menjadi pendorong utama pemulihan ini, masing-masing mencatatkan pertumbuhan lebih dari 13%.
Pertumbuhan terjadi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis kecil-menengah, hingga pemerintahan.
Baca Juga: Cara Kerja Bitchat: Aplikasi Chat Tanpa Internet Tanpa Sinyal Buatan Jack Dorsey, Kok Bisa?
Faktor pendukung utama adalah perangkat yang lebih ringan, efisien, dan dilengkapi chip AI.
Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pelaku pasar mencatat peningkatan permintaan notebook entry-level dan mid-range, terutama yang dipakai untuk hybrid working dan pembelajaran digital.
Lenovo berhasil menarik perhatian dengan model IdeaPad dan Yoga terbaru, sementara HP memperkuat lini EliteBook dan ProBook dengan paket bundling software keamanan.
Baca Juga: Blokir IP Gagal Total? Komdigi Siapkan Jurus AI untuk Perang Melawan Judi Online
Retailer besar seperti Erafone dan Tokopedia melaporkan peningkatan penjualan laptop sebesar 20–30% pada awal tahun ini.
Kendati demikian, tantangan logistik dan fluktuasi harga komponen masih menjadi perhatian.
Analis memperkirakan tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir 2025, seiring peluncuran perangkat berbasis Windows AI Edition.