Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Windows 11 Resmi Geser Windows 10, Jadi Raja Baru Sistem Operasi Dunia

Amin Fauzie • Rabu, 9 Juli 2025 | 16:05 WIB
Windows 11 resmi dinobatkan sebagai yang paling banyak digunakan secara global melampaui Windows 10.
Windows 11 resmi dinobatkan sebagai yang paling banyak digunakan secara global melampaui Windows 10.

RADARBONANG.ID – Empat tahun setelah kemunculan perdananya, Windows 11 akhirnya mencetak sejarah.

Sistem operasi garapan Microsoft ini kini resmi dinobatkan sebagai yang paling banyak digunakan secara global melampaui sang kakak Windows 10 yang lebih dulu berjaya.

Menurut data terkini dari StatCounter per Juli 2025, Windows 11 kini menggenggam 51,77% pangsa pasar sistem operasi Windows di seluruh dunia.

Sementara itu, Windows 10, yang selama ini menjadi pilihan mayoritas pengguna, turun ke posisi kedua dengan 45,02%.

Padahal, saat pertama kali dirilis pada Oktober 2021, Windows 11 sempat terseok dalam adopsi awal.

Pangsa pasarnya tak sampai 10% dari seluruh pengguna Windows.

Namun, seiring berjalannya waktu, lonjakan pengguna mulai terasa: naik menjadi 28% di tahun 2023, lalu menyentuh 36% menjelang akhir 2024.

Hingga akhirnya, pada pertengahan 2025, Windows 11 mencatatkan lompatan besar yang menjadikannya pemimpin pasar.

Faktor di Balik Lonjakan Populeritas

Migrasi besar-besaran ini bukan tanpa sebab. Salah satu pemicunya adalah pengumuman Microsoft yang menyatakan bahwa dukungan untuk edisi standar Windows 10 akan berakhir pada 14 Oktober 2025.

Bagi banyak pengguna dan organisasi, ini menjadi sinyal tegas untuk beralih demi keamanan sistem.

Selain itu, daya tarik Windows 11 juga hadir dari kemampuannya yang lebih mutakhir: performa lebih stabil, keamanan ditingkatkan, dan fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi secara mendalam.

Fitur seperti Copilot, pengaturan multitasking yang lebih pintar, serta standar keamanan baru menjadi nilai tambah signifikan bagi pengguna profesional maupun rumahan.

Tak hanya dari sisi software, perubahan juga didorong oleh industri perangkat keras.

Produsen laptop dan PC secara otomatis menyematkan Windows 11 dalam produk terbaru mereka.

Ini membuat proses adopsi terjadi secara alami dan menyebar luas tanpa perlu kampanye besar-besaran.

Tantangan di Balik Kesuksesan

Meski pencapaiannya mengesankan, bukan berarti perjalanan Windows 11 mulus tanpa halangan.

Masih ada pengguna yang ragu bermigrasi karena perangkat mereka tak kompatibel, atau karena tak nyaman dengan antarmuka baru yang ditawarkan.

Beberapa institusi bahkan memilih untuk menunggu hingga mendekati batas akhir dukungan Windows 10, dengan alasan efisiensi biaya dan kesiapan infrastruktur.

Namun secara keseluruhan, arah migrasi ke Windows 11 tampaknya kian jelas.

Hingga kini, StatCounter mencatat lebih dari 700 juta perangkat aktif menggunakan Windows 11.

Angka yang cukup kuat untuk menjadi tolok ukur perubahan era komputasi desktop dunia.

Microsoft sendiri tampaknya tak akan memberikan perpanjangan dukungan gratis untuk Windows 10.

Meski begitu, opsi Extended Security Updates (ESU) kemungkinan akan tersedia bagi korporasi besar yang belum siap sepenuhnya bermigrasi.

Dengan seluruh dinamika ini, dominasi Windows 11 menjadi simbol bahwa Microsoft sedang bergerak menuju masa depan sistem operasi yang lebih pintar, lebih aman, dan lebih terintegrasi.

Kini, tinggal menunggu: akankah sisa pengguna Windows 10 segera menyusul atau tetap bertahan di zona nyaman?

Yang pasti, Windows 11 sudah menjejak kuat sebagai fondasi baru komputasi masa kini—dan mungkin masa depan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Windows 11 #microsoft #sistem operasi #paling banyak digunakan #pilihan mayoritas pengguna