RADARBONANG.ID - Apple dikabarkan tengah menguji coba platform pengembangan kode berbasis AI yang disebut “vibe‑coding”.
Platform ini dikembangkan bekerja sama dengan startup Anthropic dan belum diumumkan secara publik.
Vibe‑coding memungkinkan pengembang menulis kode menggunakan deskripsi bahasa alami.
Contohnya, cukup tulis “buat fungsi hitung pajak” dan sistem akan menghasilkan kode yang siap pakai.
Integrasi terjadi langsung dalam Xcode, IDE resmi Apple.
Kode yang dihasilkan akan melalui model Claude Sonnet dari Anthropic.
Apple sebelumnya hanya memperbolehkan teknologi ini untuk penggunaan internal.
Namun ada kemungkinan rilis terbatas untuk pengembang di masa mendatang.
Istilah “vibe‑coding” sendiri diperkenalkan oleh Andrej Karpathy, mantan AI lead Tesla dan co-founder OpenAI.
Metode ini memungkinkan pengembang non-teknis membuat aplikasi sederhana melalui instruksi alami.
Meski mempercepat proses, metode ini bukan tanpa risiko.
Beberapa pengamat memperingatkan soal potensi kerentanan dan kesalahan kode otomatis.
Namun inovasi ini bisa membuka era baru dalam pemrograman—dengan produktivitas dan akses yang lebih demokratis.
Jika berhasil, perusahaan kecil dan individu bisa menciptakan aplikasi sendiri tanpa tim teknik besar.
Apple sendiri belum mengonfirmasi kapan platform ini akan tersedia publik.
Tapi pengujian internal menjadi sinyal bahwa perusahaan serius mengejar pengembangan AI dalam alat pengembang.
Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa Apple tidak hanya mengandalkan solusi internal.
Mereka memilih gagasan baru dan model eksternal—tanpa kehilangan kendali kualitas.
Vibe‑coding bisa menjadi fitur utama Xcode generasi berikutnya.
Jika dikomersialkan, ini bisa menjadi nilai jual baru untuk ekosistem Apple.
Apa pun hasilnya, pendekatan ini telah membuka diskusi tentang masa depan pemrograman.
Bahwa kolaborasi manusia dan AI bisa menjadi rekan sejajar—bukan sekadar alat tambahan.
Editor : Adib Turmudzi