Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gartner Peringatkan 40 % Proyek Agentic AI Gagal pada 2027 karena Biaya dan Nilai Tidak Jelas

Adib Turmudzi • Senin, 30 Juni 2025 | 10:10 WIB
Photo
Photo

RADARBONANG.ID - Menurut laporan terbaru Gartner, lebih dari 40 % proyek artificial intelligence agenetik (agentic AI) diperkirakan akan dihentikan sebelum akhir 2027.

Hal ini disebabkan oleh biaya yang terus membengkak dan nilai bisnis yang belum terukur jelas.

Istilah “agentic AI” merujuk pada sistem cerdas yang mampu menetapkan tujuan, merencanakan, dan melaksanakan tindakan secara mandiri.

Meskipun mendapat suntikan dana dari perusahaan besar seperti Salesforce dan Oracle, banyak proyek saat ini masih berada di tahap eksperimen atau proof-of-concept.

Gartner bahkan menyorot fenomena “agent washing”—strategi vendor yang mengklaim produknya agenetik padahal fungsinya sebatas chatbot atau asisten AI biasa.

Hanya sekitar 130 di antara ribuan penyedia teknologi benar-benar menawarkan kemampuan agenetik sejati.

Anushree Verma, analis senior Gartner, mengatakan banyak proyek yang belum siap untuk dijalankan secara skala—baik dari sisi teknis maupun ROI-nya.

Menurutnya, model saat ini masih belum cukup matang untuk menangani instruksi kompleks atau tujuan bisnis jangka panjang.

Meski begitu, Gartner juga optimis bahwa pada tahun 2028, sekitar 15 % keputusan harian dalam lingkungan kerja akan dilakukan oleh AI agenetik.

Sementara itu, sekitar 33 % aplikasi perangkat lunak di perusahaan diperkirakan sudah mengintegrasikan teknologi tersebut.

Laporan ini menjadi peringatan penting bagi organisasi agar tidak terjebak oleh hype.

Pengembangan agentic AI harus didasarkan pada pemahaman nilai nyata, bukan sekadar trend atau marketing.

Langkah strategis seperti menetapkan metrik keberhasilan, memvalidasi use case, dan mengelola risiko menjadi sangat krusial.

Gartner menyarankan agar perusahaan memfokuskan upaya pada proyek dengan potensi manfaat jelas dan biaya yang seimbang.

Pada akhirnya, meski risiko gagal cukup tinggi, agentic AI masih menyimpan potensi besar untuk mendorong otomatisasi strategis.

Namun, keberhasilan hanya bisa dicapai jika setiap prakarsa AI didukung oleh perencanaan matang dan pengukuran hasil yang konkret.

Editor : Adib Turmudzi
#teknologi #Agentic AI #ai #proyek