Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dihantam Huawei dan Ekonomi Lesu, Apple Masuk Program Subsidi China: iPhone Kini Diskon hingga Rp 4,5 Juta!

Tulus Widodo • Sabtu, 28 Juni 2025 | 04:35 WIB
Apple Store di Tokyo, Jepang.
Apple Store di Tokyo, Jepang.

RADARBONANG.ID – Tekanan dari kompetitor lokal dan perlambatan ekonomi membuat Apple akhirnya mengambil langkah tidak biasa: ikut program subsidi Pemerintah China demi mendongkrak penjualan iPhone yang tengah melemah.

Langkah strategis ini diumumkan langsung di situs resmi Apple China, Jumat (27/6). Apple menyatakan bahwa konsumen di Beijing dan Shanghai kini bisa mendapatkan diskon langsung hingga 2.000 yuan (Rp 4,5 juta) untuk produk iPhone, iPad, Apple Watch, dan MacBook tertentu.

Skema ini bukan sekadar promosi temporer, tapi bagian dari subsidi resmi pemerintah Tiongkok yang selama ini lebih identik dengan vendor Android lokal seperti Huawei dan Xiaomi.

Berbeda dengan penjualan diskon via e-commerce seperti JD.com atau Taobao, kali ini potongan harga diberikan langsung lewat kanal resmi Apple.

Di Shanghai, konsumen harus datang ke delapan Apple Store fisik untuk mengklaim subsidi.

Di Beijing, diskon bisa diperoleh melalui pembelian online asalkan pengiriman ditujukan ke wilayah ibu kota.

Rinciannya, produk di bawah 6.000 yuan (± Rp 13 juta) seperti iPhone 15 atau iPhone 16e mendapat subsidi maksimal 500 yuan (± Rp 1,1 juta). Sedangkan MacBook tertentu mendapat potongan terbesar, hingga 2.000 yuan.

Langkah ini muncul tak lama setelah IDC merilis data mengejutkan: pengiriman iPhone di China anjlok 9 persen pada kuartal pertama 2025.

Apple jadi satu-satunya dari lima vendor top yang mencatat penurunan. Sementara Xiaomi tumbuh 39,9 persen dan Huawei naik 10 persen.

Menurut analis IDC, Will Wong, struktur harga premium Apple menjadi penghambat utama dalam menikmati subsidi nasional yang menyasar produk dengan harga maksimal 6.000 yuan.

“Apple gagal menangkap peluang subsidi karena terlalu premium. Sebaliknya, Xiaomi justru mendulang manfaat besar dari skema ini, sesuai dengan target pasar yang sensitif harga,” ujar Wong.

Sebagai informasi, subsidi 15 persen dari pemerintah China ditujukan untuk mendorong konsumsi domestik, khususnya perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan smartwatch.

Namun batas maksimal harga produk untuk mendapat subsidi adalah 6.000 yuan—artinya, varian iPhone Pro dan Pro Max otomatis tidak lolos syarat.

Masuknya Apple ke program subsidi pemerintah menjadi sinyal penting: perang harga di pasar smartphone China makin panas.

Ini juga menunjukkan bahwa Apple kini tidak lagi kebal terhadap tekanan pasar seperti sebelumnya.

Prediksi IDC menyebutkan pengiriman iPhone di China tahun ini bisa turun 1,9 persen.

Sementara, total pasar smartphone China justru diperkirakan naik 3 persen, didorong oleh subsidi dan lonjakan permintaan untuk Android.

Bagi Apple, strategi diskon ini bisa jadi taruhan besar: mencoba mempertahankan pangsa pasar tanpa merusak citra premiumnya.

Tapi di tengah gempuran Huawei dan Xiaomi, serta kondisi ekonomi global yang lesu, kompromi harga mungkin bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Penjualan iPhone #program subsidi Pemerintah China #xiaomi #pasar smartphone #apple #huawei #diskon langsung