RADARBONANG.ID - POCO secara resmi meluncurkan POCO F7 di Indonesia hari ini, 25 Juni 2025, mulai pukul 10.00 WIB.
Dirilis dengan tema “Super Speed Unleashed”, perangkat ini hadir dalam tiga varian warna dan memperkenalkan avatar AI bernama Rydr sebagai wajah kampanye utama.
POCO F7 mengusung chipset flagship Snapdragon 8s Gen 4 yang menawarkan performa kelas atas.
Bodi smartphone menampilkan desain “Cyborg” dengan aksen futuristis dan pilihan warna yang mencolok.
Desain ini sesuai karakter unicorn gaming masa kini.
Baca Juga: Apple Uji Coba Prototipe iPad Lipat dengan Layar OLED Fleksibel
Kamera frontal beresolusi tinggi dan pengaturan multi-lensa belakang diungkap mendukung fotografi malam dan video 8K.
Meskipun spesifikasi kamera lengkap belum dirilis, bocoran mengindikasikan fitur autofokus laser dan stabilisasi optik pada model tertinggi.
POCO menyematkan teknologi AI generasi terbaru untuk performa adaptif.
Teknologi ini menyesuaikan daya perangkat sesuai kebutuhan aplikasi.
Fitur pendingin liquid cooling mendukung sesi gaming intensif tanpa throttling signifikan.
Baca Juga: Meta Gandeng Oakley Luncurkan Kacamata Pintar Berbasis AI
Dengan kapasitas baterai besar dan pengisian cepat, POCO F7 diharapkan bertahan seharian penuh.
Pengumuman resmi menyebutkan baterai 5000 mAh dengan fast charging 120 W.
Isi penuh hanya butuh waktu sekitar 19 menit.
Peluncuran hari ini juga menandai hadirnya preorder terbatas secara online dan di toko resmi.
Beberapa e-commerce besar di Indonesia menyediakan bundling khusus untuk pelanggan awal.
Pengenalan avatar AI “Rydr” di acara virtual menjadi strategi marketing eksperimental dari POCO.
Avatar ini diklaim dapat berinteraksi dalam demo fitur dan membangun identitas brand yang lebih dekat dengan audiens muda.
Baca Juga: Huawei Tunda Produksi Chip Akselerator AI Ascend 910C
Secara keseluruhan, POCO F7 menunjukkan ambisi POCO untuk menyaingi merek mainstream di segmen flagship.
Perpaduan performa tinggi, desain mencolok, dan kampanye AI futuristis diharapkan mampu mencuri perhatian pasar.
Editor : Adib Turmudzi