RADARBONANG - Google telah merilis Veo 3, generasi terbaru dari AI video generator.
Model ini kini mampu membuat video berdurasi 8 detik dengan audio lengkap, sinkronisasi bibir, dan efek suara.
Veo 3 cepat menjadi viral di kalangan kreator konten.
Kualitas visualnya dinilai sangat realistis dan memukau.
Baca Juga: Apple Rombak Desain MacBook Pro dengan Layar OLED dan Chip M6
Veo 3 difokuskan untuk platform seperti YouTube Shorts dan Canva.
Kedua platform tersebut telah mengintegrasikan teknologi ini secara resmi.
YouTube menyoroti kemampuannya dalam menghasilkan video kreatif dengan latar musik asli.
Sementara itu, Canva menghadirkan fitur “Create a Video Clip” berbasis Veo 3.
Biaya pembuatan video lewat Veo 3 sangat terjangkau.
Sekitar US$2.000 untuk iklan profesional seperti yang dibuat oleh sutradara PJ Accetturo.
Baca Juga: Meta Gandeng Oakley Luncurkan Kacamata Pintar Berbasis AI
Video AI tersebut mampu meraih 18 juta impresi hanya dalam dua hari.
Kecepatan distribusi konten juga menjadi keunggulan utama.
Namun, di balik kecanggihan itu, muncul kekhawatiran.
Veo 3 bisa digunakan untuk membuat video palsu atau deepfake.
TIME melaporkan bahwa model ini berpotensi digunakan untuk manipulasi berita dan visualisasi kerusuhan.
Google menyematkan watermark dan filter keamanan untuk mengurangi penyalahgunaan.
Meski begitu, para ahli menilai perlindungan ini belum sepenuhnya cukup.
Risiko penyebaran konten berbahaya tetap tinggi.
Para kreator menyebut Veo 3 mampu menghasilkan gerakan halus dan audio yang terkoordinasi sempurna.
Namun beberapa pengguna mencatat bahwa animasi gerak belum sepenuhnya alami.
Baca Juga: Teknologi Mobil Listrik Gen3 EVO Debut di Formula E Jakarta
Google berharap teknologi ini bisa membantu kreator kecil dan menengah dalam membuat konten berkualitas tinggi.
Aksesnya akan diperluas lewat paket AI Pro atau Ultra.
Model ini juga mendukung transisi dari teks ke video dengan hasil sinematik.
Kreator hanya perlu memasukkan skrip, lalu sistem akan menghasilkan visual dan suara secara otomatis.
Kemampuan ini menunjukkan masa depan video berbasis AI.
Pembuatan konten akan makin cepat, murah, dan realistis.
Namun tantangan etika dan regulasi harus dihadapi bersama.
AI seperti Veo 3 memerlukan pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan.
Editor : Adib Turmudzi