RADARBONANG.ID - Meta, perusahaan teknologi di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, resmi mengumumkan pengembangan proyek kecerdasan buatan terbaru mereka yang dinamai Superintelligence.
Proyek ini disebut-sebut sebagai lompatan besar Meta dalam perlombaan AI global, menargetkan penciptaan sistem kecerdasan buatan yang melampaui kemampuan manusia di berbagai aspek.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menjelaskan bahwa Superintelligence bukan hanya pengembangan AI biasa, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan agen digital cerdas yang bisa memahami, berinteraksi, dan membantu manusia dalam berbagai tugas kompleks — mulai dari riset ilmiah, pemrograman, hingga percakapan natural yang mendalam.
Tim AI Meta yang dipimpin oleh Yann LeCun, salah satu tokoh pionir deep learning, menyebut bahwa teknologi ini akan menggabungkan arsitektur multi-modal dan model pembelajaran yang sangat terukur.
Hal ini memungkinkan sistem memahami berbagai input — teks, gambar, suara — dalam satu kesatuan pemrosesan cerdas.
Saat ini, Meta masih merahasiakan detail teknis Superintelligence.
Namun, para pakar meyakini proyek ini merupakan bentuk respons terhadap dominasi Google DeepMind, OpenAI, dan Anthropic di sektor AI tingkat lanjut.
Jika berhasil, Superintelligence bisa menjadi aset utama Meta dalam mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi secara digital.
Dengan ekosistem platform sosial yang masif, Meta punya landasan kuat untuk mengintegrasikan AI ini ke miliaran pengguna di seluruh dunia.
Editor : Adib Turmudzi